kumpulan karya ilmiah tentang pertanian

ArtikelKarya Ilmiah Pertanian | PDF 100% (1) 19K tayangan 22 halaman Artikel Karya Ilmiah Pertanian Diunggah oleh matiuswaruwu17 Hak Cipta: Attribution Non-Commercial (BY-NC) Format Tersedia Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online dari Scribd Tandai sebagai konten tidak pantas Simpan Tanamkan Bagikan dari 22 PANDUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Friday 27 June 2014 Karya Ilmiah Tanaman Jagung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selaingandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. . Bagi kamu yang sedang mencari contoh karya ilmiah PDF baik karya ilmiah Populer, Lengkap, Pendidikan, Bahasa Indonesia, Remaja, Singkat, Penelitian, Akuntansi dan lain sebagainya, kamu datang di artikel yang tepat. Silahkan simak sampai habis yah! Karya tulis ilmiah merupakan gabungan dari tiga suku kata. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karya dapat diartikan sebagai hasil usaha, usaha, perbuatan atau ciptaan, sedangkan menulis atau menulis mengacu pada segala kegiatan yang berhubungan dengan huruf, angka, pena atau media tulis lainnya. Yang ketiga ilmiah, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ilmiah, ilmiah, atau memenuhi syarat aturan ilmu. Nah, jika diartikan secara keseluruhan, karya tulis ilmiah adalah hasil dari kegiatan menulis, menggunakan penerapan kaidah-kaidah ilmiah, mengutamakan aspek nalar, dan mengajukan pertanyaan yang objektif dan faktual. Penggunaan kata-kata yang jelas atau tulisan ilmiah dengan banyak arti sangat dianjurkan, diperlukan gaya bahasa yang lugas, tidak ambigu, dan variasi istilah ilmiah yang digunakan sesuai dengan aturan umum Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Contoh Karya Ilmiah PopulerContoh Karya Ilmiah LengkapContoh Karya Ilmiah Tentang PendidikanContoh Karya Ilmiah Bahasa IndonesiaContoh Karya Ilmiah RemajaContoh Karya Ilmiah SingkatContoh Karya Ilmiah SemiformalContoh Karya Ilmiah FormalContoh Karya Ilmiah Tentang KesehatanContoh Karya Ilmiah SederhanaContoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Di Masa PandemiContoh Karya Ilmiah Tentang SampahContoh Karya Ilmiah Yang Baik Dan BenarContoh Karya Ilmiah PenelitianContoh Karya Ilmiah AkuntansiContoh Karya Ilmiah Tentang EkonomiContoh Karya Ilmiah Universitas Terbuka5 Cara Termudah Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah1. Memilih Topik yang Menarik2. Perbanyak Referensi3. Tentukan Cakupan Informasi dari Topik Penelitian4. Perhatikan Cara Penulisan5. Evaluasi dan Cek UlangPengertian Karya ilmiahStruktur Karya Ilmiah1. Pendahuluan2. Isi dan Pembahasan3. KesimpulanCiri-ciri Karya Tulis Ilmiah1. Reproduktif2. Tidak Ambigu3. Tidak Emotif4. Menggunakan Bahasa Baku5. Menggunakan Kaidah Keilmuan6. Bersifat Dekoratif7. Terdapat Kohesi8. Bersifat Objektif9. Menggunakan Kalimat EfektifJenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah1. Artikel2. Makalah3. Skripsi4. Work paper5. Paper6. Tesis7. DisertasiFungsi Karya Tulis Ilmiah1. Fungsi Untuk Pendidikan2. Fungsi Untuk Penelitian3. Fungsi FungsionalPengertian Karya Ilmiah Menurut Ahli1. Munawar Syamsudin2. Yamilah dan Samsoerizal3. Brotowidjoyo4. Wahyu5. Maryadi dalam Harun, dkkTujuan Penulisan Karya IlmiahManfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan3. Mendapatkan kepuasan intelektual4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya6. Sebagai peningkatan perorganisasian fakta dan data secara sistematis7. Dapat melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumberKesimpulan Contoh Karya Ilmiah Populer Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Populer Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Lengkap Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Baca Juga Contoh Judul Skripsi Akuntansi Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Bahasa Indonesia Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Bhs Indonesia Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Baca Juga Contoh Makalah Yang Benar PDF Contoh Karya Ilmiah Remaja Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Remaja Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Singkat Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Singkat Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Semiformal Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Semiformal Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Baca Juga Contoh Judul Skripsi Contoh Karya Ilmiah Formal Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Formal Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Tentang Kesehatan Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Tentang Kesehatan Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Sederhana Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Sederhana Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Di Masa Pandemi Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan Di Masa Pandemi Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Tentang Sampah Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Tentang Sampah Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Yang Baik Dan Benar Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Yang Baik Dan Benar Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Penelitian Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Penelitian Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Akuntansi Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Akuntansi Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Tentang Ekonomi Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Tentang Ekonomi Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Contoh Karya Ilmiah Universitas Terbuka Nah, berikut ini kami berikan untukmu sebuah Contoh Karya Ilmiah Universitas Terbuka Silahkan scroll untuk membaca lebih lengkapnya. Sumber 5 Cara Termudah Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Berikut langkah-langkah menulis contoh karya ilmiah dengan mudah dan berkualitas. Tidak ada salahnya untuk membaca terlebih dahulu apa penelitian yang relevan sebelum Anda mulai membaca penjelasan di artikel ini. Untuk memudahkan dalam memahami uraian metode berikut ini. 1. Memilih Topik yang Menarik Hal terpenting dalam menulis karya ilmiah adalah mengidentifikasi topik penelitian. Dengan topik yang tepat, Anda dapat mengetahui ke arah mana karya ilmiah Anda harus dibawa. Judul atau topik penelitian yang menarik menjadi nilai plus untuk penelitian. Ini menarik minat pembaca dan membuat karya ilmiah Anda bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu, Anda perlu memahami target audiens artikel ilmiah Anda. Jangan sampai salah sasaran karena tidak tepat sasaran. 2. Perbanyak Referensi Referensi yang terpercaya menjadi landasan yang kokoh untuk penelitian. Carilah referensi sebanyak-banyaknya tentang penelitian yang akan Anda tulis. Sumber referensi dapat diperoleh melalui buku, jurnal penelitian, dan sumber lain yang terbukti secara ilmiah. 3. Tentukan Cakupan Informasi dari Topik Penelitian Pertama, fokus pada subjek dan deskripsi karya ilmiah dalam artikel atau jurnal yang relevan. Selanjutnya, Anda dapat menentukan ruang lingkup semua informasi yang akan Anda tulis. Pengolahan data akan lebih mudah bila semua informasi diketahui. 4. Perhatikan Cara Penulisan Selain isi kajian, tata cara penulisan juga perlu diperhatikan. Buatlah draft dan tuliskan semua ide dan informasi yang Anda dapatkan. Setelah itu, check and recheck edit ide dan informasi tertulis Anda. Tidak hanya itu, Anda harus mengatur penulisan artikel ilmiah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh universitas atau lembaga lain yang menaungi Anda. Sehingga karya ilmiah yang Anda tulis mudah dikenali, dikenali, dan dibaca oleh penikmat hasil penelitian. 5. Evaluasi dan Cek Ulang Sebagai langkah terakhir, nilai tipografi karya ilmiah Anda dengan memeriksa semua isi dan prosedur penulisan. Perhatikan apakah konten yang Anda gunakan relevan dengan ide dan tujuan penulisan karya ilmiah. Jika Anda mau, Anda dapat mempublikasikan karya Anda di penerbit jurnal nasional dan internasional. Pengertian Karya ilmiah Pengertian karya ilmiah didefinisikan sebagai karya tulis yang dihasilkan untuk memecahkan suatu masalah dengan landasan teori, metode ilmiah, dan contoh metode penulisan ilmiah. Seringkali, karya ilmiah berisi data, fakta, dan solusi dari masalah yang diajukan. Penulisan ilmiah ini dilakukan secara runtut dan sistematis. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang apa yang dimaksud para ahli tentang contoh karya ilmiah dan jenis-jenis karya ilmiah, temukan di sini. Struktur Karya Ilmiah Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya 1. Pendahuluan Bagian pendahuluan tentang contoh karya ilmiah adalah berisi dasar penelitian ilmiah yang dilakukan, pertanyaan yang diajukan, dan mekanisme pemecahan masalah. 2. Isi dan Pembahasan Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian. 3. Kesimpulan Bagian kesimpulan berisi kesimpulan yang ditarik dari hasil analisis bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan pada bagian ini merupakan gambaran singkat dari hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya berisi satu bab. Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah Ciri-ciri contoh karya ilmiah hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya 1. Reproduktif Artinya karya ilmiah yang ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan ditafsirkan oleh pembaca sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus dapat segera memahami isi dari karya tulis ilmiah tersebut. 2. Tidak Ambigu Fungsi ini berkaitan dengan reproduksi. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman yang detail, tidak dibungkus dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan cara ini, pembaca dapat langsung menerima maksud dari karya ilmiah tersebut. 3. Tidak Emotif Artinya, karya ilmiah yang ditulis tidak membahas setiap aspek perasaan penulis. Hal ini karena karya tulis ilmiah harus menyajikan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil analisis penelitian, bukan perasaan subjektif penulisnya. 4. Menggunakan Bahasa Baku Gunakan bahasa dan kata-kata standar untuk memudahkan pemahaman. Penggunaan bahasa baku mencakup semua aspek penulisan. Mulai dari penulisan data, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakkekalan dalam penulisan ilmiah hanya membingungkan pembaca, dan apa yang ingin disampaikan pembaca dalam tulisan tidak dipahami. 5. Menggunakan Kaidah Keilmuan Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah-kaidah ilmiah atau terminologi akademik bidang kajian penulis. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulis berkompeten dalam bidang penelitian yang dibahas dalam karya tulis ilmiah. Penggunaan kaidah atau terminologi ilmiah juga menjadi ukuran kepiawaian seorang peneliti dalam bidang keilmuannya. 6. Bersifat Dekoratif Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu arti. Rasionalitas berarti bahwa penulis harus menonjolkan koherensi logis pemikiran dan keakuratan penelitian. Kedua hal ini penting karena sebuah karya ilmiah harus mampu mengkomunikasikan maksud dari penelitian yang penulis lakukan tanpa menimbulkan kebingungan. 7. Terdapat Kohesi Artinya karya ilmiah harus berkesinambungan dan lugas dari bab ke bab, artinya tidak panjang lebar atau tepat sasaran. Untuk sebuah karya ilmiah, setiap bagian atau bab harus memiliki alur logis yang saling berhubungan. Selain itu, penyampaiannya harus konsisten dengan tujuan yang ingin disampaikan. 8. Bersifat Objektif Karya ilmiah harus objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak didasarkan pada perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus mengungkapkan fakta dan angka dari hasil analisis. Jadi, jangan subjektif. 9. Menggunakan Kalimat Efektif Selain itu, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat yang valid. Fitur ini terkait dengan semua fitur sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam penulisan ilmiah ini adalah agar pembaca tidak bingung dengan kalimat-kalimat yang digunakan secara bergilir. Menggunakan kalimat seperti itu hanya akan membingungkan pembaca. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah selanjutnya jenis-jenis karya tulis ilmiah dari contoh Karya tulis ilmiah dibagi menjadi tujuh jenis sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ini berbeda dalam lokasi konten dan sifat sistemik tulisan. Ketujuh pasal tersebut adalah. 1. Artikel Artikel adalah karya tulis berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, membujuk, mendidik, dan menghibur pembaca. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu. Biasanya, artikel diproduksi untuk publikasi di pengumuman, surat kabar, media sosial, saluran digital, dll. Contohnya adalah artikel tentang “Dongeng sebagai terapi kecerdasan ganda”, dari sumber yang dibahas di sini Kecerdasan Ganda Teoritis Gardner. 2. Makalah Disertasi adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah. Biasanya, esai ditulis untuk tujuan yang berhubungan dengan pendidikan. Dalam penyusunannya diperlukan data pendukung dari observasi lapangan terhadap pertanyaan penelitian. Data yang dikumpulkan diperlukan untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian. Biasanya makalah dipresentasikan dalam seminar, simposium atau uji materi. 3. Skripsi Menurut Wikipedia, tesis adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk menggambarkan karya ilmiah berbentuk S-1 yang menjelaskan hasil penelitian sarjana yang membahas beberapa fenomena atau masalah dengan menggunakan aturan yang berlaku. Fokus isi tesis adalah pada orisinalitas. Disertasi merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa yang memperoleh gelar sarjana setelah lulus ujian di hadapan dosen penguji. 4. Work paper Kertas kerja, atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kertas kerja, adalah jenis tulisan ilmiah yang hampir mirip dengan disertasi, tetapi dengan analisis yang lebih mendalam. Biasanya, kertas kerja berisi catatan auditor yang berisi prosedur audit yang digunakan, metode pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai berdasarkan audit. 5. Paper Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan data dan argumen dengan validitas yang kuat. Disertasi juga sering disebut sebagai ringkasan penelitian yang telah dilakukan. Tidak banyak perbedaan antara disertasi dan disertasi, hanya sistematisasi penulisan dan pembahasannya saja yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat karena hanya fokus menganalisis masalah. 6. Tesis Disertasi kurang lebih mirip dengan disertasi sarjana S-1, tetapi disertasi adalah analisis topik yang lebih kompleks dan oleh karena itu sifat ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks daripada disertasi. Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa pascasarjana S-2 yang sedang menempuh pendidikan magister atau magister. 7. Disertasi Jenjang yang lebih tinggi dari disertasi biasa disebut sebagai disertasi. Karena berada pada jenjang yang lebih tinggi, maka disertasi dijadikan sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi sarjana S-3 untuk mendapatkan gelar Isi disertasi adalah hasil penelitian orisinal yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, biasanya diuji oleh profesor atau PhD senior dan profesional. Fungsi Karya Tulis Ilmiah 1. Fungsi Untuk Pendidikan Penulis duduk di bangku SMA, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, karya ilmiah remaja, dan belajar banyak tentang dasar-dasar menulis dari sini, mengajak penulis untuk berpikir kritis, menuliskan ide atau hasil percobaan sains, dan kemudian menyatakan hasil. Bahkan ada sebuah sekolah di Yogyakarta yang bernama Sanggar Anak Alam dimana siswanya terbiasa melaporkan temuannya sebagai bukti semester studi, atau dengan konvensi, sebagai pengganti ujian semester atau dokumen studi, yaitu Anak-anak dilakukan apa adanya. di kelas satu di sekolah. 2. Fungsi Untuk Penelitian Setiap saat, ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan perkembangan sosial masyarakat. Dari sini, karya ilmiah digunakan untuk mengembangkan penelitian seseorang, dengan menghadirkan pengetahuan baru, setelah memperoleh data yang akurat, mengolahnya, meringkasnya, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan. 3. Fungsi Fungsional Karya ilmiah ditulis oleh penulis dari berbagai disiplin ilmu. Penafsiran makna fungsi berarti karya tulis ilmiah dapat dijadikan sebagai bahan kajian pustaka sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan berbagai disiplin ilmu. Pengertian Karya Ilmiah Menurut Ahli 1. Munawar Syamsudin Karya tulis ilmiah adalah teks yang membahas masalah tertentu secara lengkap, teratur, dan konsisten dengan memilih ungkapan tertentu berdasarkan konsep ilmiah tertentu. 2. Yamilah dan Samsoerizal Berbagai karya ilmiah dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan pengelompokan ini dikenal berbagai karya ilmiah, seperti disertasi, disertasi, disertasi, dan disertasi. 3. Brotowidjoyo Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan fakta dan ditulis menurut cara penulisan yang baik dan benar. 4. Wahyu Sebuah artikel dapat dikatakan ilmiah jika mengungkapkan suatu masalah secara ilmiah. 5. Maryadi dalam Harun, dkk Karya ilmiah adalah karya yang menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk memasukkan dan mengkaji masalah tertentu. Tujuan Penulisan Karya Ilmiah • Sebagai alat untuk mengembangkan gagasan atau hasil penelitian yang jelas dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis. • Karya tulis ilmiah diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan antara sekolah dan masyarakat. • Menumbuhkan jiwa ilmiah dalam diri mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan tetapi juga penghasil produsen gagasan dan tulisan di bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah menyelesaikan studinya. • Setelah memperoleh pengetahuan, mendemonstrasikan dalam bentuk tulisan ilmiah yang relevan potensi intelektual dan ilmiah siswa dalam pemecahan masalah dan pemecahan masalah. • Melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah Karya tulis ilmiah adalah jenis karya cetak atau visual yang melibatkan penulis dan pembaca. Tentu saja, penulisan ilmiah baik untuk penulis dan pembaca. apa manfaatnya? Untuk lebih jelasnya, yuk simak! 1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif. Dibutuhkan keterampilan tertentu bagi penulis untuk menulis sebuah karya ilmiah agar karya ilmiah tersebut dapat dengan nyaman dibaca, dipahami dan dipahami oleh pembaca. Dengan cara ini penulis membutuhkan keterampilan membaca yang efektif agar tidak membuang tenaga saat menulis karya ilmiah. Bagi pembaca, karya tulis ilmiah melatih pembacanya untuk mahir membaca apa yang dibutuhkan, membangun pengetahuannya, daripada melebarkan ke topik atau topik yang tidak dibutuhkan. 2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan Sebuah karya ilmiah, penuh dengan sumber dan sumber. Menyiapkan sumber karya ilmiah yang diperoleh dari teori para ahli yang didokumentasikan atau dimuat dalam jurnal ilmiah yang dapat diakses melalui internet. Sumber daya ini disebut sumber daya perpustakaan. 3. Mendapatkan kepuasan intelektual Setiap penulis ilmu menulis, menulis ilmu menulis lebih dari sekedar menulis. Proses penulisan sebuah karya ilmiah melibatkan intelektualitas pengarangnya. Semua kecerdasan penulis terlibat di sini. Karya tulis ilmiah didasarkan pada penelitian, eksperimen, wawancara dengan nara sumber, dan teori pengumpulan sumber daya yang diperoleh dari perpustakaan. Penulis merasa puas ketika karya ilmiahnya diterima oleh banyak orang ketika hasilnya dianggap cukup untuk berhasil dipresentasikan kepada penguji atau audiens. 4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan Semakin tinggi kualitas suatu karya ilmiah dari segi isi, tujuan dan orisinalitasnya. Hal ini mencerminkan luasnya cakrawala keilmuan penulis. Sebuah karya ilmiah juga mewakili struktur pikiran penulisnya. 5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya Karya ilmiah saling mempengaruhi, dan mau tidak mau saling mempengaruhi. Publikasi karya ilmiah saat ini sedikit banyak akan dipengaruhi oleh karya ilmiah sebelumnya. Tulisan-tulisan ilmiah sebelumnya juga harus dipengaruhi oleh tulisan-tulisan ilmiah sebelumnya. Di antara karya tulis ilmiah, jika fokus pada penelitian yang sama, otomatis mencari referensi pendukung terdekat. 6. Sebagai peningkatan perorganisasian fakta dan data secara sistematis Dari asal kata itu sendiri, karya tulis ilmiah berarti karya yang bersifat ilmiah, disertai dengan penelitian dan eksperimen, menyajikan data yang nyata dan kemudian mengolahnya menjadi kesimpulan dengan sistem yang jelas dan bertanggung jawab. Sumber fakta yang diungkapkan jelas, data penelitian valid dan tidak plagiat. 7. Dapat melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber Seorang peneliti tidak dapat menulis karya ilmiah sebagai laporan saja saat melakukan penelitian. Peneliti yang melakukan penelitian membutuhkan sumber daya perpustakaan sebagai landasan teori ketika melakukan penelitian. Landasan teori berasal dari berbagai sumber, terutama jurnal ilmiah atau buku-buku yang diterbitkan untuk mendukung penulisan karya ilmiah. Kesimpulan Nah, demikianlah pembahasan yang bisa kami sampaikan terkait beberapa contoh karya ilmiah PDF mulai dari karya ilmiah Populer, Lengkap, Pendidikan, Bahasa Indonesia, Remaja, Singkat, Penelitian, Akuntansi dan lain sebagainya. Semoga ini semua bisa berguna dan bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Terimakasih!! FAQ Apa Saja Contoh Karya Ilmiah?Artikel > Makalah > Skripsi > Kertas Kerja > Paper > Tesis > Disertasi Apa Yang Dimaksud Dengan Karya Tulis Ilmiah?Karya ilmiah adalah karangan yang memaparkan pendapat, hasil pengamatan, tinjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan, bersantun bahasa, dan isi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Contoh Langkah Langkah Karya Ilmiah?Menentukan Topik > Kerangka Penelitian > Mengumpulkan Bahan > Survei Lapangan > Menyusun Bibliografi > Menyusun Hipotesis > Penyusunan Rancangan Penelitian > Percobaan Sesuai Metode Yang Direncanakan Cadiakid - Contoh Karya Ilmiah kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya pertaniannya, dengan sumber daya pertanian yang besa tentu akan membantu kesejahteraan negara baik itu pemerintahannya maupun warga negaranya menjadi meningkat. Maka dari itu untuk meningkatkan lebih lagi sumber daya pertanian di Indonesia perlu adanya penelitian di bidang pertania. Berikut salah satu contoh karya ilmiah pada bidang pertanian. LAPORAN PENELITIAN TENTANG KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT LAPORAN PENELITIAN KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia DI SUSUN OLEH NAMA HARIS KURNIAWAN NIM 1204010023 SEMESTER VI PROGRAM STUDI AGROTEK FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PURWOKERTO TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 KATA PENGANTAR Dengan memanjat puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi Rahmat dan ridha-Nya, sehingga penyusun laporan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa hambatan apa apun. Dalam penyusun makalah ini, penyusun telah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penyusun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini sampai berakhir seperti sekarang ini. Laporan ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas semester genap pada mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia, demi tercapainya standar kelulusan bagi mata kuliah ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dan dosen pembimbing sangat diharapkan demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pelajaran dan pendidikan, khususnya bagi penyusun dan juga pembaca. PURWOKERTO, Mei 2012 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………….. i DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………….. ii DAFTAR TABEL………………………………………………………………………………………………………… iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………. 1Rumusan Penelitian…………………………………………………………………………………………………. 2Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………………………….. 2Lingkup Kegiatan……………………………………………………………………………………………………… 3Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Penelitian………………………………………………………….. 3Hasil Yang Diharapkan………………………………………………………………………………………………. 3 BAB II KAJIAN TEORI Cakupan Pertanian………………………………………………………………………………………………….. 4Irigasi…………………………………………………………………………………………………………………….. 5Serangan Hama……………………………………………………………………………………………………….. 6 BAB III METODE PENELITIAN Nama Kegiatan………………………………………………………………………………………………………… 8Waktu Kegiatan………………………………………………………………………………………………………. 8Pencapaian Penelitian ……………………………………………………………………………………………… 8Sasaran Penelitian …………………………………………………………………………………………………… 8Lokasi Kegiatan……………………………………………………………………………………………………….. 8Sample …………………………………………………………………………………………………………………. 8 BAB IV PEMBAHASAN Bentuk Pengolahan Lahan Yang Dilakukan…………………………………………………………………….. 9Modal awal Yang Diperlukan Pada Saat Awal Musim Tanam……………………………………………… 11Jenis-Jenis Tanaman Yang Ditanam……………………………………………………………………………… 13Keuntungan Yang Diperoleh Tiap Musim Panen…………………………………………………………….. 13Usaha Sampingan Yang Digeluti Selain Sebagai Petani……………………………………………………… 14Kiat-Kiat Yang Dilakukan Guna Mendapatkan Produk Pertanian Yang Baik………………………….. 15Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Kegiatan Pertanian………………………………………………. 17 BAB III PENUTUP Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………….. 19Rekomendasi………………………………………………………………………………………………………….. 19 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………………… 21 DAFTAR TABEL Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Padi……………………………………………… 11Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Kacang Hijau………………………………….. 12Tabel Hasil Pertanian dan Pendapatannya…………………………………………………………………….. 13 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Profesi petani merupakan profesi yang paling banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan. Profesi petani juga merupakan profesi yang digeluti secara mudah meski tanpa mengenyam bangku sekolah mengingat profesi ini bias dibilang sangat sederhana dan rata-rata bisa dilakukan oleh semua orang di pedesaan, baik itu laki-laki maupun perempuan. Adapun jenis tanamannya yang beraneka ragam dan cara pengelolaan serta penggunan pupuk dan pestisida yang berbeda pula. Di masa dulu dimana sektor perekonomian nasional masih bertumpu pada sektor pertanian yang menjadi andalan dalam memperoleh pendapatan nasional bangsa Indonesia selalu mampu mencukupi kebutuhan akan pangan dalam negeri tanpa harus mengimpor dari negara lain. Akan tetapi saat ini jika dilihat dari situasi perekonomian Indonesia yang cenderung mempercepat industrialisasi berdampak pula pada sektor pertanian, akibatnya sektor pertanian yang dulunya menjadi andalan Negara seolah-olah menjadi terbengkalai. Melihat situasi yang demikian tentunya akan berdampak pula pada ekonomi petani itu sendiri. Terabaikannya sektor pertanian yang terbukti dengan makin gencarnya bangsa Indonesia melakukan impor beras dan bahan pangan lainnya dari Negara tetangga seperti dari Thailand, Vietnam, Myanmar dan India yang berakibat pada menurunnya harga produk pertanian dari petani domestik. Melihat kondisi yang demikian memprihatinkan mengingat bahwa Negara Indonesia merupakan Negara agraris dengan lahan pertanian yang sangat luas yang seharusnya tidak perlu melakukan impor beras dan seharusnya bisa mensejahterakan masyarakatnya khususnya masyarakat petani. Kondisi ini makin diperparah dengan makin mahalnya harga pupuk dan pestisida. Mengatasi situasi yang demikian pelik bagi petani, seharusnya pemerintah sadar akan kewajibannya untuk mensejahterahkan masyarakat sebagimana yang diamanatkan dalam pancasila dan UUD 1945. Selain itu strategi dan kreatifitas dari petani mutlak diperlukan guna menghadapi persaingan dalam era global ini dimana pintu persaingan makin terbuka lebar termasuk persaingan dalam hal penyediaan pangan dengan Negara lain. Jika kualitas dan kuantitas produk pertanian kita kurang maka janganlah heran apabila kita kaah bersaing dengan Negara lain. Rumusan Masalah penelitian Berdasarkan pemaparan di atas dan observasi yang kami lakukan di lapangan dengan mewawancarai salah seorang petani di pedesaan maka rumusan laporan penelitian ini antara lain Bagaimanakah bentuk pengolahan lahan yang dilakukan ?Berapakah modal awal yang diperlukan pada saat awal musim tanam ?Apakah jenis-jenis tanaman yang ditanam ?Berapakah keuntungan yang diperoleh tiap musim panen ?Apakah usaha sampingan yang digeluti selain sebagai petani ?Apakah kiat-kiat yang dilakukan guna mendapatkan produk pertanian yang bagus, baik secara kualitas maupun kuantitas ?Apakah kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan pertanian ? Tujuan PenelitianBagi Mahasiswa Laporan ini kami susun untuk memberikan gambarn agar mahasiswa tahu akan kegiatan pertanian dalam masyarakat baik itu dari segi pengeloaan, jenis tanaman yang ditanam, modal awal yang diperlukan dan hasil yang didapat saat musim panen. Bagi Masyarakat untuk memberikan gambaran dan masukan kepada masyarakat agar mereka tahu tentang perbandingan penghasilannya dan memberikan motivasi agar bisa bertani dengan baik sehingga dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Lingkup KegiatanPenyusunan Krangka Pertanyaan SistimatisObservasiWawancaraKesimpulan Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Penelitian Dalam penelitian yang saya lakukan tidak ada hambatan yang berarti mengingat waktu penelitian yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah yang cukup luas dan jawaban dari responden yang saya rasa sangat jujur dan apa adanya. Hasil Yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah Penelitian ini dapat memberikan informasi yang factual dan kongkrit, sehingga masyarakat khususnya para mahasiwa dan petani dapat menyadari kekurangan-kekurangan yang timbul dalam kegiatan pertanian dan mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut. BAB II KAJIAN TEORI Cakupan Pertanian Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatbudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan biasanya pohon dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar hutan. Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia atau serangga misalnya lebah. Perikanan memiliki subjek hewan perairan termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air. Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian. Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif intensive farming. Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan. Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutansustainable agriculture. Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial. Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub “ideologi” pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif pertanian masukan rendah yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya. Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern misalnya budidaya alga, hidroponika telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian IrigasiPengertian Irigasi Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Jenis IrigasiIrigasi Permukaan Irigasi Permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas free intake kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu. Irigasi Lokal Sistem ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal. Irigasi dengan Penyemprotan Penyemprotan biasanya dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar. Irigasi Tradisional dengan Ember Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember. Irigasi Pompa Air Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah. Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi Di Afrika yang kering dipakai sustem ini, terasisasi dipakai untuk distribusi air. Serangan Hama Serangan hama pada tanaman adalah masalah yang selalu dihadapi. Serangannya bahkan bisa mencapai 90% dari keseluruhan tanaman yang berada pada suatu lahan. Karena itu, pengetahuan tentang hama dan penyakit ini sangat penting artinya bagi orang-orang yang berkecimpung dibidang ini. Serangan hama terhadap tanaman terutama disebabkan oleh hewan dari filum Arthopoda. Di antaranya golongan serangga. Jenis ini merupakan musuh utama terbesar pada tanaman buah-buahan. Hampir 75% dari jumlah binatang yang hidup berasal dari golongan ini. Dari jumlah tersebut sebagian merupakan hama pada banyak tanaman buah-buahan di Indonesia. Selain serangga, hama lainnya yang juga sangat mengganggu adalah dad filum Chordata, seperti kera, babi hutan, tikus, burung, dan kalong; Annelids, seperti nematoda, dan filum Molluscs, yakni keluarga siput. Penyakit pada tanaman, biasanya disebabkan oleh gangguan jasad hidup yang bersifat parasit, seperti cendawan, bakteri, dan virus, atau karena gangguan fisiologis. Bila terjangkit penyakit, maka terjadi perubahan pada seluruh atau sebagian organ tanaman. Dan hal ini akan mengganggu kegiatan fisiologis sehari-hari. BAB III METODE PENELITIAN Nama Kegiatan Penelitian Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia dengan tema “Kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat”. Waktu Kegiatan Hari Sabtu, 12 Mei 2012 Pukul 1000 – 1400 WITAPencapaian Penelitian Mencari informasi yang kurat dan sebenarnya mengenai kegiatan pertanian dalam Penelitian Kegiatan Rumah Pak Hasanuddin di RT 01 RW 06 Desa Jurumapin Kecamatan Buer Kabupaten Pak Hasanuddin BAB IV HASIL PENELITIAN Bentuk Pengolahan Lahan Yang DilakukanPadi Sawah Pak Hasanuddin terletak di sua tempat. Luas lahan sawahnya adalah dan . Sebelum melakukan pembajakan sawah terlebih dahulu yang dilakukan adalah membasmi tanaman penggangu atau rumput-rumput pengganggu seperti gulma dengan menngunakan herbisida agar tidak mengganggu saat proses pembajakan dan menggangu tanaman padi nantinya. Setelah itu barulah sawah di isi dengan air yang dilakukan oleh orang yang mengatur atau membagi air yang disebut Malar. Setelah air sudah di isi dan merata maka tanah siap untuk diolah atau dibajak. Sistem Pengolahan lahan yang dilakukan di desa jurumapin khususnya di sawah pak Hasanuddin sudah menggunakan sistem pengolahan secara modern dimana pengolahan tanah pertanian saat hendak ditanami padi sudah menggunakan traktor agar pengolahannya lebih maksimal dan menghemat waktu. Apabila tanahnya sudah selesai dibajak maka langkah selanjutnya adalah menanami bibit-bibit padi pada sawah yang sudah dibajak setelah bibitnya diangkut dari persemaiannya. Pengangkutan bibit biasanya dilakukan oleh dua orang dan orang ini bisa saja berasal dari keluarga sendiri, akan tetapi apabila keluarganya sibuk dengan urusan masing-masing maka pak hasanuddin biasanya menyewa orang lain untuk mengangkut bibit dari persemaiannya ke sawah yang sudah dibajak. Begitu juga dengan orang yang menanami bibit padi adalah orang lain yang disewa. Biasanya pak hasanuddin menyewa orang sebanyak 9 atau 11 orang agar mempercepat proses penanaman. Dalam hal ini pak Hasanuddin hanya memantau saja pekerjaan dari buruh tani yang mengangkut bibit padi dan yang menanami bibit-bibit tersebut, akan tetapi kadang kala jika terjadi kekurangan air maka pak Hasanuddin turun tangan dalam mengatur intensitas air dalam sawah agar mempermudah proses penanaman. Tidak sampai di situ, selang beberapa bulan setelah padi ditanam padi harus di pantau dengan bak agar dapat mengetahui proses perkembangannnya, mulai dari pemupukan, penyemprotan pestisida, pencabutan rumput dan eceng gondok serta pengaturan intensitas kadar air dalam sawah. Apabila semua kegiatan itu dilakukan dengan baik maka hasil panen pasti akan baik pula, musim panen tiba apabila padi sudah berisi dan menguning serta bulir padinya mengarah ke bawah. Dalam panen ini pak Hasanuddin tidak menyewa buruh tani untuk memanen padinya melainkan dilakukan oleh pak Hasanuddin sekeluarga. Ini dimaksudkan agar mengurangi jumlah pengeluarannya dan menghemat biaya apabila panen dilakukan sendiri. Apabila panen dilakukan oleh buruh tani laen ongkos yang biasa diberikan berupa gabah dengan pembagian yang sudah disepakati sebelumnya antara pemilik sawah dengan buruh tani tersebut. Kacang Hijau Luas lahan untuk penanaman kacang hijau yang berupa ladang adalah . Sebelum melakukan penanaman kacang hijau terlebih dahulu ladangnya dibersihkan dari rumput liar dan semak belukar yang disebut “BRANTAS” dengan menyewa orang sebanyak 4 orang. Selain itu biasanya untuk membunuh gulma yang membandel Pak Hasanuddin menggunakan herbisida. Penanaman berlangsung jika musim hujan dating agar air untuk pertumbuhan kecambah dapat berlangsung dengan baik. Setelah penanaman selesai dan kecambah tumbuh dengan baik maka langkah selanjutnya adalah memupuk tanaman kacang hijau apabila perlu dengan pupuk cair handifloor dan ditambah pula dengan pertisida lainnya untuk merangsang pembentukan buah, daun dan batang agar lebih produktif. Musim panen tiba apabila batang dan daun kacang hijau terlihat menua disertai dengan buah yang sudah berisi keras. Memanen kacang hijau dalam bahasa sumbawanya disebut “NGEMAR”. Saat ngemar Pak Hasanuddin menggunakan buruh tani sebanyak 6 orang agar ngemar yang dilakuakan menghemat waktu dan tenaga. Setelah ngemar selesai langkah selanjutnya yaitu mengeringkan dengan cara dijemur agar saat proses perontokan biji yang disebut “NINTING” biji kacang hijaumudah dirontokkan oleh mesin. Ini artinya proses perontokkan biji sudah dilakukan secara modern. Setelah perontokkan selesai dan sudah dimasukkan ke dalam karung, langkah terakhir adalah memasarkan hasil panen tersebut kepada pengusaha yang membelinya. Namun tidak semua hasil dijual karena sebagian lagi dijadikan bibit untuk melakukan penanaman pada musim berikutnya. Hasil dari panen kacang hijau merupakan salah satu penghasilan terbesar bagi Pak Hasanuddin. Modal Awal Yang Diperlukan Pada Saat Awal Musim Tanam Sebelum melakukan penanaman terlebih dulu pak Hasanuddin menyiapkan sejumlah modal agar dalam proses pengolahan sawah sampai penanaannya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Adapun jumlah dana yang diperlukan dapat dipaparkan pada tabel berikut Padi Nomor tabel 01 Nama tabel Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Padi JENIS PENGELUARANJUMLAH SATUANHARGA SATUANTOTALPupukPupuk UreaPupuk NPK 3 karung1 karung Rp. Rp. 1 botol2 bungkus3 bungkus3 bungkus1 botol1 botol Rp. Rp. BuruhSewa TanamSewa Angkut BibitSewa TraktorSewa Cabut Rumput 20 Orang2 Orang–20 Orang Rp. Rp. Ongkos Malar–Rp. KESELURUHANRp. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa untuk menanam sampai memanen padi dibutuhkan dana sebesar Rp. selama satu kali musim tanam. Kacang Hijau Nomor tabel 02 Nama tabel Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Kacang Hijau JENIS PENGELUARANJUMLAH SATUANHARGA SATUANTOTALPupuk Cair Handifloor2 BotolRp. CekSeven 4 Liter2 Botol2 Botol2 Bungkus Rp. Rp. BrantasSewa NgemarSewa MesinSewa Ninting 4 Orang6 Orang–6 Orang Rp. Rp. KESELURUHANRp. Jadi jumlah keseluruhan untuk menanam sampai memanen kacang hijau membutuhkan dana kurang lebih sejumlah Rp. selama satu kali musim tanam. Jenis-Jenis Tanaman Yang Ditanam Dalam satu musim tanam pak hasanuddin hanya menanam padi di sawahnya karena dinilai lebih baik dibandingkan jika menanam tanaman yang lain seperti kacang kedelai yang keuntungannya sangat sedikit. Adapun tanaman kacang hijau biasanya di tanam di ladang namun tidak dilakukan setiap tahun. Selain itu beliau juga terkadang menanam jagung, akan tetapi itu juga tergantung musim dan ditanam di musim tertentu dan tidak dilakukan setiap tahun, lain halnya dengan padi yang penanamannya dilakukan setiap tahun. Keuntungan / Pendapatan Yang Diperoleh Tiap Musim Panen Saat musim panen merupakan musim yang sangat membahagiakan bagi petani apabila hasil dari panen sawah ataupun ladangnya sangat baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas yang baik akan membuat harga jual dari komoditas pertanian akan baik pula. Dari segi kuantitas, jika kuantitas atau jumlah dari komoditas pertanian banyak maka jumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penjualan produk pertanian akan meningkat pula. Berikut tabel yang memaparkan hasil pertanian tisp musimnya. Nomor Tabel 03 Nama Tabel Tabel Hasil Pertanian dan Pendapatannya SUMBER PENDAPATANJUMLAH HASIL KUANTITASJUMLAH PENDAPATAN YANG BISA DIPEROLEHPadi25 KarungRp. hijau6 KarungRp. Berdasarkan tabel diatas jumlah pendapatan yang diperoleh selama satu tahun adalah sebesar lebih kurang Rp. pendapatan itupun belum ditambah dengan pendapatan dari usaha sampingan lainnya sebagai buruh tani, dari hasil menangkap ikan dan lain-lain. Jumlah pendapatan itu bagi Pak Hasanuddin dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Usaha Sampingan Yang Digeluti Selain sebagai petani yang menanam padi Pak Hasanuddin juga mempunyai kebun durian. Dalam kebun tersebut terdapat sekitar lima pohon yang sudah berusia puluhan bahan ratusan tahun. Sebagaimana diketahui bahwa muim durian dikebunnya berlangsung selama dua kali dalam satu tahun yaitu pada saat musim kemarau dan musi hujan yang rentang waktu musimnya berlangsung selama 3 bulan. Berbuahnya durian ini adalah sebuah berkah tersendiri karena menambah penghasilan bagi pak hasanudin. Beliau mengatakan bahwa dengan berlangsungnya musim durian tersebut beliau dapat meraup penghasilan lebih kurang sebanyak Rp. tiap musim. Mengingat musim durian berlangsung sebanyak dua kali dalam setahun total pendapatan beliau lebih kurang menjadi Rp. dalam setahun melalui durian ini. Pengorbanan dalam mengambil durian ini langsung dari pohonnya terhitung sangat berat sekali mengingat untuk mengambilnya harus mendaki gunung yang cukup tinggi karena durian tumbuh di dataran yang cukup tinggi. Setelah buahnya terkumpul proses pengangkutan ini yang paling berat karena masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan dipikul karena akses jalan menuju kebun durian ini hanya bias dilakukan dengann jalan kaki saja. Jadi untuk memperoleh penghasilan dari buah durian ini tentunya wajib memerlukan pengorbanan dan tenaga ekstra besar. Selain mengandalkan durian sebagai usaha sampingan beliau juga menggeluti usaha lainnya seperti mencari ikan dilaut pada malam hari dengan menggunakan lampu, parang dan tombak yang dalam bahasa Sumbawa dikenal dengan “NYULU”. Melalui kegiatan nyulu ini Pak Hasanuddin setidaknya mengurangi pengeluaran untuk membeli ikan untuk lauk pauk keluarga, bahkan dengan nyulu pak hasanuddin dapat menambah pendapatan dengan menjual ikan hasil tangkapannya jika mendapat ikan yang cukup banyak setidaknya untuk menambah uang untuk jajan anaknya dan mencukupi kebutuhan keluarga. selain mengandalkan durian dan nyulu beliau juga melakukan pekerjaan tidak tetap seperti buruh tani, mencari emas di pertambangan rakyat dan lain-lainnya. Dengan melakukan usaha sampingan tersebut Pak Hasanuddin berharap agar kebutuhan keluarganya dapat tercukupi dengan baik. Selain itu adanya usaha sampingan yang dilakukan diharapkan agar dapat menopang usaha utamanya sebagai petani penggarap jika terjadi kekurangan penghasilan pada usaha utamanya tersebut. Kiat-Kiat Yang Dilakukan Guna Mendapatkan Produk Pertanian Yang Baik. Berdasarkan wawancara yang saya lakukan terhadap pak hasanuddin ada beberapa hal yang dilakukan guna mendapatkan produk pertanian yang baik secara kualitas maupun kuantitas, bahwa tanaman itu harus diperhatikan layaknya anak sendiri banyak hal-hal yang harus diperhatikan guna perkembangan tanaman dapat berlangsung dengan baik. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar hal tersebut bisa terwujud Kadar Air Kadar air harus benar-benar diperhatikan agar tanaman pertanian tumbuh dengan baik. Baik padi maupun kacang hijau dalam proses pertumbuhan kadar air mutlak diperlukan. Untuk itu sebagai seorang petani harus pandai-pandai dalam menentukan kadar air jika kurang ataupun berlebihan akan berdampak buruk bagi tanaman pertanian. Pestisida Sama halnya dengan air pertisida sangat membantu dalam proses perkembangan tanaman baik dari pertumbuhan batang, akar dan daun sampai proses pembuahan sangat dibantu oleh perstisida, baik itu insektisida, herbisida dan lainnya. Takaran atau dosis yang tepat dan jenis pestisida yang benar akan menghasilkan produk pertanian yang baik. Jangan sampai pestisida yang diberikan jenisnya tidak tepat atau dengan dosis yang berlebihan karena akan berdampak buruk bagi tanaman peranian. Dengan penggunaan pestisida yang tepat hama yang merusak tanaman dapat dibasmi. Pupuk Sama halnya dengan pestisida yang merupakan bahan kimia, penggunaan pupuk yang tepat dan dosis yang pas pula akan memngasilkan produk pertanian yang baik. Dalam penggunaan pupuk jangan terlalu menggunakan pupuk kimia buatan pabrik karena pemakaian yang terlalu sering akan membuat unsure hara tanah yang merupakan penyubur tanaman mati. Untuk menjaga kesuburan tanah agar tidak hilang Pak Hasanuddin selalu menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan dan pupuk tanah. Selain itu waktu pemupukan harus tepat sesuai dengan kadar air dan usia tanaman pertanian. Waktu Penanaman Untuk mendapatkan hasil yang baik harus memperhatikan waktu penanaman yang tepat. Penanaman yang tepat sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar selama musim hujan tersebut tanaman mendapatkan cukup air bagi pertumbuhannya. Jangan sampai penanaman dilakukan pada pertengahan atau akhir musim hujan karena berpengaruh pada hasil pertaniannya pula mengingat pada saat-saat itu debit air sungai dan intensitas hujan berkurang. Bibit Bibit sangat menentukan baik buruknya hasil pertanian. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik penggunaan bibit unggul baik padi maupun kacang hijau mutak dilakukan. Bibit unggul yang dimaksud harus mempunyai buah atau biji yang banyak, cepat berbuah, tahan terhadap hama dan cuaca buruk da batang yang cepat berkembang. Jarak Tanam Khusus bagi tanaman padi jarang tanam harus benar-benar diperhatikan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Jarak tanaman yang tidak teratur membuat tanaman padi tumbuh tidak seimbang. Terkadang ada yang tinggi dan yang pendek. Itu terjadi apabila tanaman yang satu mengambil unsur hara tanaman lainnya akibat jarak tanam yang tidak teratur dan jarak yang terlalu berdekatan tersebut. Untuk mencegah hal tersebut agar hasil panen padi memuaskan Pak Hasanuddin selalu menggunakan sistem tanam jajar agar jarak antar batang padi teratur. Hama dan Tanaman penggangu Selain hal-hal diatas yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan hama dan tanaman pengganggu. Sebagaimana diketahui bahwa tanaman tidak akan tumbuh dengan baik jika banyak terdapat hama dan tanaman pengganggu. Oleh karena itu penggunaan insektisida dan herbisida haru sesuai dengan jenis hama dan dosis yang pas. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Tidak banyak kendala yang dihadai oleh Pak Hasanuddin dalam kegiatan pertaniaanya kendala yang biasanya paling dominan adalah masalah cuaca, modal, harga jual hasil panen yang rendah dan hama tanaman. Berikut penjelasannya Modal Modal merupakan masalah yang paling utama bagi setiap orang dan tak terkecuali bagi Pak Hasanuddin. Sebagai petani umumnya beliau jarang sekali mempunya tabungan karena penghasilannya sebagi petani hanya cukup untuk kegiatan konsumsi keluarganya. Jadi saat musim tanam datang untuk membiayai kegiatan pengolahannya beliau terkadang berhutang dulu kepada tetangga atau kepada pengusaha pembeli hasil. Selain itu beliau juga menggadaikan emas simpanan keluarganya. Cuaca Cuaca yang terkadang tidak menentu membuat petani merugi, gagal panen dan sebagainya seperti kekuarangan air bagi tanaman kcang hijau akibat cuaca yang sering berubah tiap waktu. Hal seperti jarang sekali terjadi namun hal ini pernah terjadi pada tanaman pertanian Pak Hasanuddin. Harga Jual Hasil Hasil Panen Terkait masalah harga jual hasil panen ini terkadang membuat petani lesu. Hal tersebut jika harga jual hasil panen rendah. Harga jual yang rendah secara otomatis membuat pendapatan petani dari hasil penjualan hasil panen mereka berkurang. Namun tidak jarang Pak Hasanuddin menyimpan hasil panennya untuk dijual kembali pada saat harga kembali tinggi. Tetapi untuk keperluan mendesak atau untuk membayar hutang Pak Hasanuddin menjual hasil panennya pada saat selesai panen itu juga. Hama Tanaman Hama tanaman yang membandel yang sussah dibasmi terkadang membutuhkan biaya ekstra untuk membasminya. Seperti diketahui hama yang membandel dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen. Untuk itu untuk membasmi hama tersebut terkadang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli Pestisida agar hama yang Membandel yang dimaksud dapatt dibasmi. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kegiatan perekonomian Pak Hasanuddin bertumpu pada profesi sebagai petani. sistem pengolahan yang diterapkan oleh beliau sudah menggunakan system pengolahan secara modern, dimana beliau sudah menggunakan berbagai macam mesin untuk pengolahan sampai pada proses panen, baik itu untuk tanaman padi sampai kacang hijau. Pengeluaran Pak Hasanuddin saat awal musim tanam cukup besar namun pengeluaran tersebut dapat tertutupi oleh jumlah pendapatan yang cukup besar saat panen jika hasil panen produk pertaniannya cukup bagus secara kualitas maupun kuantitasnya. Selain mengandalkan tanaman padi dan kacang hijau beliau juga mengandalkan durian yang harga cukup tinggi dan sebagai pencari ikan di malam hari. Dari usaha sampingan itu Pak Hasanuddin dapat mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Dalam menjalankan profesinya sebagai petani beliau mempunyai kiat-kiat yang cukup baik dalam menigkatkan hasil produksi panennya agar pendapatannya dapat bertambah. Tentunya kiat-kiat ini dibutuhkan untuk mengatasi kendala-kendaa yang dihadapinya dalam kegiatan pertanian agar kendala-kendala seperti hama tanaman, kekurangan air dapat diatasi dengan baik. Rekomendasi Bagi Pemerintah Dalam usaha mensejahterahkan masyarakat kalangan bawah khusunya petani pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan petani seperti menekan harga pupuk, meningkatkan harga beli produk pertanian petani lokal agar apa yang di cita-citakan pemerintah dan petani yaitu menciptakan masyarakat yang sejahtera dapat terwujud. Bagi Petani Dalam kegiatan pertanian petani harus giat dan tekun dalam bekerja agar dapat menghasilkan produk pertanian yang bermutu tinggi dan kuantitas yang besar agar pendapatan petani sendiri dapat bertambah. Bagi Mahasiswa Sebagai kaum intelektual kita harus mensosialisasikan bagaimana cara bertani dengan baik petani kita dapat sejahterah. Selain itu untuk menyongsong masa depan yang kian berat kita sebaiknya berancang-ancang untuk menjadikan profesi petani sebagai usaha sampingan untuk menambah pendapatan BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Tujuan pembangunan pertanian yaitu mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan, dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berguna dalam menunjang pembangunan pertanian. Peningkatan kualitas ini tidak hanya dalam peningkatan produktivitas para petani, namun dapat meningkatkan kemampuan mereka agar dapat lebih berperan dalam berbagai proses pembangunan. Dalam hal ini penyuluhan pertanian meru­pakan faktor yang penting dalam me­wujudkan tujuan pembangunan perta­nian tersebut. Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian. Keberhasilan penyebaran suatu teknologi sebaiknya tidak terlepas dari peran penyuluh yang menjalankan fungsinya sebagai agen pembaharu. Van den Ban dan Hawkins 1999 mengemukakan peranan utama penyuluhan di banyak negara pada masa lalu dipandang sebagai alih teknologi dari peneliti ke petani, namun sekarang peranan penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan dengan cara menolong mereka mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan itu. Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang dapat memenuhi keinginan mereka. Jadi penyuluhan pertanian tujuannya adalah perubahan perilaku petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usahataninya dan lebih layak hidupnya, atau yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera. Rumusan Masalah Apakah fungsi dan peranan penyuluh pertanian ? Apakah penyuluh pertanian mampu memberikan informasi dan inovasi yang bermanfaat dalam upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraaan petani ? Apakah penyuluh pertanian mampu memberi pengaruh terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraaan petani ? Tujuan Penulisan Mengetahui fungsi dan peran penyuluh pertanian Mengetahui pengaruh penyuluh pertanian dalam memberikan informasi dan inovasi yang bermanfaat Untuk Petani Mengetahui pengaruh penyuluh pertanian terhadap peningkatan kesejahteraan petani Manfaat Penulisan Dari penulisan karya ilmiah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui fungsi utama dan peran penyuluh pertanian serta pengaruhnya terhadap pemberian informasi dan inovasi yang dapat dikembangkan oleh petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Istilah penyuluhan telah dikenal secara luas dan diterima oleh mereka yang bekerja di dalam organisasi pemberi jasa penyuluhan, tetapi tidak demikian halnya bagi masyarakat luas. Menurut Van den Ban dan Hawkins 1999 istilah penyuluhan dalam bahasa Belanda digunakan kata voorlichting yang berarti memberi penerangan untuk menolong seseorang menemukan jalannya. Istilah ini digunakan pada masa kolonial bagi negara-negara jajahan Belanda, walau­pun sebenarnya penyuluhan diperlukan oleh kedua belah pihak. Namun, Jahi Mardikanto, 1993 menye­butkan istilah penyuluhan pada dasarnya diturunkan dari kata “Extension” yang dipakai secara meluas di banyak kala­ng­an. Extension itu sendiri, dalam ba­hasa aslinya dapat diartikan sebagai perluasan atau penyebarluasan. Proses penyebarluasan yang dimaksud adalah proses peyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi ter­capainya peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan perbaikan kese­jahteraan keluarga atau masyarakat yang diupayakan melalui kegiatan pemba­ngunan pertanian. Penyuluhan bertugas untuk mendorong, membimbing dan mengarahkan petani/ nelayan agar mampu mandiri dalam mengelola usahataninya karena penyuluahn pertanian merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong dan mengorganesasikan dalam mengakses informasi informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Penyuluhan sangat membantu para petani untuk dapat menganilisis dan menafsirkan situasi yang sedang berkembang, sehingga petani/nelayan dapat mmbuat perkiraan ke depan dan memilimaliskan kemungkinan masalah yang akan dihadapi. Selain itu kegiatan penyuluhan pertanian sebagai proses belajat petani nelayan melalui pendekatan kelompok dan diarahkan untuk untuk terwujudnya kemampuan kerja sama yang lebih efektif, sehingga mampu menerapkan inovasi, mengatasi berbagai resiko kegagalan usaha. Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang dapat memenuhi keinginan mereka tadi. Jadi penyuluhan pertanian tujuannya adalah perubahan perilaku petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usahataninya dan lebih layak hidupnya, atau yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera. Peranan penyuluh sangatlah penting melakukan perubahan perilaku petani terhadap sesuatu inovasi baru, serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan petani. Menurut Fashihullisan 2009 peranan penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu menyadarkan masyarakat atas peluang yang ada untuk merencanakan hingga menikmati hasil pembangunan, memberikan kemampuan masyarakat untuk menentukan program pembangunan, memberi kemampuan masyarakat dalam mengontrol masa depannya sendiri, dan memberi kemampuan dalam menguasai lingkungan sosialnya. Peran seorang pekerja pengembangan masyarakat dapat dikategorikan ke dalam empat peran, yaitu 1. Peran fasilitator Facilitative Roles, 2. Peran pendidik Educational Roles, 3. Peran utusan atau wakil Representasional Roles, dan 4. Peran teknikal Technical Roles Mosher 1997 menguraikan tentang peran penyuluh pertanian, yaitu sebagai guru, penganalisa, penasehat, sebagai organisator, sebagai pengembang kebutuhan perubahan, penggerak perubahan, dan pemantap hubungan masyarakat petani. Dapat dilihat bahwa peran penyuluh sangat berat, mengharuskannya memiliki kemampuan tinggi, Oleh karena itu, kualitas dari penyuluh harus terus ditingkatkan sehingga mampu berperan dalam memberikan penyuluhan dan mewujudkan pembangunan pertanian. Peranan agen penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Peranan utama penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing masing pilihan tersebut. BAB III METODE PENULISAN Tempat dan Waktu Penulis memulai menulis karya ilmiah ini pada tanggal 13 November 2013 hingga tanggal 03 Desember 2013 bertempat di rumah penulis sendiri. Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan dan penyelesaian karya tulis ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut Studi Pustaka Metode ini dilakukan dengan cara mencari informasi melalui buku-buku dan tulisan sebagai referensi dalam karya tulis ini. Pencarian Dunia Maya Metode ini dilakukan untuk memperoleh data-data yang tidak didapatkan sewaktu studi pustaka. Cara ini dilakukan dengan mencari data-data melalui website diinternet yang terkait dengan masalah yang di bahas. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi Dan Peran Penyuluh Pertanian Didalam Undang-undang No 16 tahun 2006 yang dimaksud dengan penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisensi usaha, pendapatan dan kesejahteraanya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pelaku utama dalam kegiatan pertanian adalah petani beserta keluarga intinya. Istilah penyuluhan telah dikenal secara luas dan diterima oleh mereka yang bekerja di dalam organisasi pemberi jasa penyuluhan, tetapi tidak demikian halnya bagi masyarakat luas. Penyuluhan pertanian merupakan sarana kebijaksanaan yang dapat digunakan pemerintah untuk mendorong pembangunan pertanian. Di lain pihak, petani mempunyai kebebasan untuk menerima atau menolak saran yang diberikan agen penyuluhan pertanian. Dengan demikian penyuluhan hanya dapat mencapai sasarannya jika perubahan yang diinginkan sesuai dengan kepentingan petani. Hanafi 1986 menyatakan bahwa penyuluh pertanian berfungsi sebagi mata rantai, penghubung antara dua sistem sosial, yaitu pemerintah /dinas lingkup pertanian dengan masyarakat tani. Disamping itu peranan penyuluh sebagai guru pertanian, penasehat, penganalisis dan sebagai organisatoris, serta sebagai kawan yang memberi dorongan bekerja Mosher, 1968. Daram era baru pertanian, penyuluh lapangan dituntut untuk memiliki fungsi paling tidak dalam tiga hal yaitu transfer teknologi technology transfer, fasilitasi facilitation dan penasehat advisory work. Untuk mendukung fungsi-fungsi tersebut, penyuluh pertanian lapangan mestinya juga menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Secara rinci, Samsudin 1994 membagi peranan penyuluhan pertanian menjadi 1 menyebarkan ilmu dan teknologi pertanian, 2 membantu petani dalam berbagai kegiatan usahatani, 3 membantu dalam rangka usaha meningkatkan pendapatan petani, 4 membantu petani untuk menambah kesejahteraan keluarganya, 5 mengusahakan suatu perangsang agar petani lebih aktif, 6 menjaga dan mengusahakan iklim sosial yang harmonis, agar petani dapat dengan aman menjalankan kegiatan usahataninya, 7 mengumpulkan masalah-masalah dalam masyarakat tani untuk bahan penyusunan program penyuluhan pertanian. Menurut Fashihullisan 2009 peranan penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu menyadarkan masyarakat atas peluang yang ada untuk merencanakan hingga menikmati hasil pembangunan, memberikan kemampuan masyarakat untuk menentukan program pembangunan, memberi kemampuan masyarakat dalam mengontrol masa depannya sendiri, dan memberi kemampuan dalam menguasai lingkungan sosialnya. Mosher 1997 menguraikan tentang peran penyuluh pertanian, yaitu sebagai guru, penganalisa, penasehat, sebagai organisator, sebagai pengembang kebutuhan perubahan, penggerak perubahan, dan pemantap hubungan masyarakat petani. Kartasapoetra 1994 juga menjelaskan tentang peran penyuluh yang sangat penting bagi terwujudnya pembangunan pertanian moderen yaitu pembangunan pertanian berbasis rakyat. Peran penyuluh tersebut adalah 1. Sebagai peneliti; mencari masukan terkait dengan ilmu dan teknologi, penyuluh menyampaikan, mendorong, mengarahkan dan membimbing petani mengubah kegiatan usahataninya dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi. 2. Sebagai pendidik; meningkatkan pengetahuan untuk memberikan informasi kepada petani, penyuluh harus menimbulkan semangat dan kegairahan kerja para petani agar dapat mengelola usahataninya secara lebih efektif, efisien, dan ekonomis. 3. Sebagai penyuluh; menimbulkan sikap keterbukaan bukan paksaan, penyuluh berperan serta dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup para petani beserta keluarganya. Dapat dilihat bahwa peran penyuluh sangat berat, mengharuskannya memiliki kemampuan tinggi, Oleh karena itu, kualitas dari penyuluh harus terus ditingkatkan sehingga mampu berperan dalam memberikan penyuluhan dan mewujudkan pembangunan agen penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Peranan utama penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan tersebut. Mosher mengusulkan 6 kateori peranan penyuluh pertanian, yaitu Pengisi kehampaan pedesaan Menurut teori tersebut penyuluh pertanian adalah seseorang ysng hidup dikalangan petani, mengenal dengan akrab kegiatan-kegiatan mereka dan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam memajukan pertanian, kemudian membantu mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan oleh mereka untuk memajukan pertanian. Penyebar hasil-hasil penelitian Peranan ini dipandang hanya relevan bagi para petani yang telah modern. Mereka telah menghasilkan produksi yang berorientasi pasar, akses pada input produksi dan slalu merespon terhadap perubahan-perubahan sepanjang harga terjangkau mereka. Pelatih pengambilan keputusan Peranan ini membantu para petani agar dapat meningkatkan keterampilannya dalam mengambil keputusan-keputusan tentang produksi, pemasaran dan infestasi dalam usaha taninya. Rekan pemberi semangat Menurut Mosher, petani membutuhkan suatu dorongan semangat encouragement. Mereka membutuhkan rekan yang akan menyemangati dan mendampingi mereka untuk percobaan dalam menerapkan teknologi baru dan memfasilitasi mereka untuk berhasil dalam percobaan tersebut. Pendorong peningkatan produksi suatu komoditas Pandangan lain tentang ujuan pnyuluhan pertanian adalah mendukung rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi suatu komoditi pertanian atau ternak tertentu. Dalam hal ini pemerintah meminta penyuluh untuk menggerakkan petani untuk membudidayakan produksi komoditas tertentu yang dianjurkan pemerintah tersebut. Pelayan pemerintah Penyuluh sangat terbatas dan mereka juga pegawai pemerintah, sementara dipihak lain sumberdaya manusia setempat yang diakses pada pendidikan lanjutan atau tinggi juga terbatas, menyebabkan pemerintah menuntut penyuluh untuk menjalankan beragam tugas diluar peranan mereka yang seharusnya. Peran penyuluh sangat berat, mengharuskannya memiliki kemampuan tinggi, Oleh karena itu, kualitas dari penyuluh harus terus ditingkatkan sehingga mampu berperan dalam memberikan penyuluhan dan mewujudkan pembangunan pertanian. Peranan agen penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Peranan utama penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing masing pilihan tersebut. Prinsip-Prinsip Penyuluhan Pertanian Prinsip-prinsip penyuluhan adalah mengacu pada minat dan kebutuhan masyarakat, organisasi masyarakat bawah, keragaman dan perubahan budaya, kerjasama dan partisipatif masyarakat, demokrasi dalam penerapan ilmu, belajar sambil bekerja, menggunakan metode yang sesuai, pengembangan kepemimpinan, spesialisasi yang terlatih, memperhatikan kelurga sebagai unit sosial dan dapat mewujudkan kepuasan Dahama dan Bhatnagar, 1980. Prinsip penyuluhan pertanian adalah bekerja bersama sasaran klien bukan bekerja untuk sasaran Valera, Sasaran penyuluhan adalah kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda dan dimulai dari apa yang diketahui dan dimiliki oleh sasaran. Dalam melaksanakan pekerjaan harus berkoordinasi dengan organisasi pembangunan lainnya. Selanjutnya, informasi yang disampaikan harus dua arah dan masyarakat harus ikut dalam semua aspek kegiatan pendidikan dan penyuluhan tersebut. Falsafah Penyuluhan Pertanian Dahama dan Bhatnagar Mardikanto, 1993 mengartikan falsafah sebagai landasan pemikiran yang bersumber kepada kebijakan moral tentang segala sesuatu yang akan dan harus diterapkan di dalam 1987 menyatakan falsafah penyuluhan perta­nian diantaranya adalah Be­lajar dengan mengerjakan sendiri adalah efektif; apa yang dikerjakan atau dialami sendiri akan berkesan dan melekat pada diri petani atau nelayan dan menjadi kebiasaan baru. Belajar melalui pemecahan masalah yang dihadapi ada­lah praktis; kebiasaan mencari kemung­kinan-kemungkinan yang lebih baik dan menjadikan petani seseorang yang ber­prakarsa dan berswadaya. Ber­peranan dalam kegiatan-kegiatan menimbulkan kepercayaan akan kemam­puan diri sendiri, program pertanian untuk petani atau nelayan dan oleh pe­tani atau nelayan akan menimbulkan partisipasi masyarakat tani atau nelayan yang wajar. Penyuluhan pertanian dituntut agar mampu menggerakkan masyarakat, memberdayakan petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian, serta mendampingi petani untuk 1 Membantu menganalisis situasi-situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan; 2 Membantu mereka menemukan masalah; 3 Membantu mereka memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah; 4 Membantu mereka mengambil keputusan, dan 5 Membantu mereka menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya. Pengaruh Penyuluh Pertanian dalam Memberikan Informasi dan Inovasi Kepada Petani Menurut Mardikanto 1996, penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan di luar sekolah yang tidak sekedar memberikan penerangan atau menjelaskan, tetapi biasanya untuk mengubah perilaku sasarannya agar memiliki pengetahuan yang luas. Disamping itu juga memiliki sifat progressif untuk melakukan perubahan dan inovatif terhadap sesuatu inovasi baru serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Penyuluh pertanian dituntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Pesan yang disampaikan kepada petani dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum dan kelestarian lingkungan. Materi penyuluhan dibuat tidak hanya sekedar peningkatan produksi namun menyesuaikan dengan isu global yang lain, seperti upaya menyiapkan petani dalam mengatasi persoalan iklim global. Petani perlu dikenalkan dengan sarana produksi yang memiliki adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim karena akan berpengaruh kepada rawan pangan dan pengurangan produktifitas tanamannya. Selain itu materi penyuluhan perlu berorientasi pada teknik bertani yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dalam meningkatkan produktifitas dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Keberhasilan penyebaran suatu teknologi sebaiknya tidak terlepas dari peran penyuluh yang menjalankan fungsinya sebagai agen pembaharu. Menurut Rogers dan Schoemaker 1986 peranan yang dijalankan oleh agen pembaharu dalam menyebarkan inovasi antara lain membangkitkan kebutuhan untuk berubah, mengadakan hubungan untuk perubahan, mengidentifikasi masalah sasaran, memotivasi dan merencanakan tindakan perubahan. Departemen Pertanian 2000 melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan telah memberikan bantuan fasilitas penguatan modal, pelatihan dan pembinaan agar petani mau dan mampu bekerjasama dan mampu menerapkan teknologi sesuai rekomendasi dengan manajemen usahatani yang profesional. Menurut Soekartawi 1988, adopsi terhadap suatu teknologi baru biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain 1. Tingkat pendidikan petani Pendidikan merupakan sarana belajar yang menanamkan pengertian sikap yang menguntungkan menuju penggunaan praktek praktek pertanian yang lebih modern. Mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih cepat menerapkan teknologi dan melaksanakan proses adopsi. 2. Luas lahan Petani yang memiliki lahan yang luas akan lebih mudah menerapkan inovasi daripada petani yang memiliki lahan sempit. Hal ini dikarenakan keefesienan dalam menggunakan sarana produksi. 3. Umur Petani yang memiliki umur yang semakin tua > 50 tahun, biasanya makin lamban dalam mengadopsi inovasi dan cenderung hanya melakukan kegiatan kegiatan yang sudah biasa diterapkan oleh masyarakat setempat. 4. Pengalaman bertani Petani yang sudah lama bertani akan lebih mudah untuk menerapkan inovasi daripada petani pemula, hal ini dikarenakan pengalaman yang lebih banyak, sehingga sudah dapat membuat perbandingan dalam mengambil keputusan untuk mengadopsi suatu inovasi. 5. Jumlah tanggungan Petani dengan jumlah tanggungan yang semakin tinggi akan makin lamban dalam mengadopsi suatu inovasi, karena jumlah tanggungan yang besar akan mengharuskan mereka untuk memikirkan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan hidup keluarganya sehari hari. Petani yang memiliki jumlah tanggungan yang besar harus mampu dalam mengambil keputusan yang tepat, agar tidak mengalami resiko yang fatal bila kelak inovasi yang diadopsi mengalami kegagalan. 6. Pendapatan Petani dengan tingkat pendapatan yang semakin tinggi biasanya akan semakin cepat dalam mengadopsi inovasi karena memiliki ekonomi yang cukup baik. 7. Status pemilikan lahan Para pemilik lahan dapat membuat keputusan untuk mengadopsi inovasi sesuai dengan keinginannya, tetapi penyewa harus sering mendapatkan persetujuan dari pemilik tanah sebelum mencoba atau mempergunakan teknologi baru yang akan di praktekkan. Konsekuensi tingkat adopsi biasanya lebih tinggi untuk pemilik usahatani daripada orang orang yang menyewa. 8. Tingkat kosmopolitan Petani yang memiliki pandangan luas terhadap dunia luar dengan kelompok sosial yang lain, umumnya akan lebih mudah dalam mengadopsi suatu inovasi bila dibandingkan dengan golongan masyarakat yang hanya berorientasi pada kondisi lokal, karena pengalaman mereka yang terbatas menyebabkan mereka sulit dalam menerima perubahan atau mengadopsi suatu inovasi. Hal ini karena mereka belum pernah mendengar atau bahkan belum mengenal informasi dengan cukup tentang inovasi tersebut. Pembangunan pertanian merupakan bagian terpenting dari pembangunan sebagian besar daerah di Indonesia dan untuk membangunnya perlu ditunjang dengan SDM yang usaha yang cenderung menurun akibat dihadapkan pada nilai jual produk yang belum menguntungkan, dan choise dengan produk komoditi usaha tani yang lain yang lebih menguntungkan. Karena itu petani padi kita perlu mendapatkan inspirasi yang selalu up to date agar tumbuh motivasi dan gairah usaha dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi untuk maju demi nusa bangsa kita Indonesia. Untuk membangun itu semua, penyuluhan pertanian memegang peranan yang cukup strategis. Agar penyuluhan pertanian dapat berjalan efektif dan efisien, UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan SP3K yang mengatur penyelenggaraan penyuluhan, hendaknya dapat diimplementasikan, tentunya menghendaki adanya kearifan lokal dari otonomi daerah. Pengaruh Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Peranan Penyuluhan dalam kegiatan pembangunan disebut sebagai penghubung antara petani/nelayan dengan proyek pembanguan karena melalui kegiatan penyuluhan pertanian menghasilkan SDM petani dengan kualitas yang mencerminkan sebagai masyarakat teknologi, terbuka dan trasparan, serta madani. Penyuluhan pertanian merupakan proses pendidikan non-formal bagi petani agar memiliki kualitas perilaku sesuai pembangunan, sehingga penyuluhan merupakan penggerak dan pemercepat pembangunan. Penyuluhan pertanian memiliki peran penting, yaitu sebagai kegiatan yang merupakan katalis, pendamping, perantara, dan penemu solusi bagi pembangunan pertanian. Penyuluhan mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang diarahkan pada terwujudnya perbaiakan teknis bertani better farming, perbaikan usahatani better business, dan perbaikan kehidupan petani dan masyarakat better living. Kegiatan penyuluhan tidak boleh lepas dari memandirikan petani. Menjadikan petani tidak mengalami ketergantungan, petani dapat mengusahakan sendiri dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada dan memiliki inisiatif serta kreatifitas sehingga bisa mengembangkan apa yang telah disuluhkan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat tersebut. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis dan mampu untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Semua kegiatan tersebut akan menimbulkan efek yang besar bagi kesejahteraan masyarakat serta pendapatan masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung akan membantu pembangunan di daerah tersebut. Pertanian sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah dan perekonomian dengan, pertanian harapannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk, sebagai sumber pendapatan, sebagai sarana untuk berusaha, serta sebagai sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi. Peranan pertanian/agribisnis tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan ekonomi petani dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Selain itu Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan, dan meningkatkan devisa. Untuk mengefektifkan penyuluh, Kementerian Pertanian melakukan kegiatan demfarm yaitu demonstrasi yang dilaksanakan oleh beberapa orang petani dalam kelompok tani pada luasan hamparan 1-5 hektar dalam waktu bersamaan. Materi penyuluhan dibuat tidak hanya sekedar peningkatan produksi namun menyesuaikan dengan isu global yang lain, seperti upaya menyiapkan petani dalam mengatasi persoalan iklim global. Petani perlu dikenalkan dengan sarana produksi yang memiliki adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim karena akan berpengaruh kepada rawan pangan dan pengurangan produktifitas padi. Selain itu materi penyuluhan perlu berorientasi pada teknik bertani yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dalam meningkatkan produktifitas padi dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung dengan tenaga penyuluh yang profesional, kelembagaan penyuluh yang handal, materi penyuluhan yang terus-menerus mengalir, sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar serta metode penyuluhan yang tepat dan manajemen penyuluhan yang polivalen. Dengan demikian penyuluhan pertanian sangat penting artinya dalam memberikan modal bagi petani dan keluargannya, sehingga memiliki kemampuan menolong dirinya sendiri untuk mencapai tujuan dalam memperbaiki kesejahteraan hidup petani dan keluarganya. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung dengan tenaga penyuluh yang profesional, kelembagaan penyuluh yang handal, materi penyuluhan yang terus-menerus mengalir, sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar serta metode penyuluhan yang tepat dan manajemen penyuluhan yang polivalen. Dengan demikian penyuluhan pertanian sangat penting artinya dalam memberikan modal bagi petani dan keluargannya, sehingga memiliki kemampuan menolong dirinya sendiri untuk mencapai tujuan dalam memperbaiki kesejahteraan hidup petani dan keluarganya. Kedepan arah pembangunan menuju pada industrialisasi di bidang pertanian melalui pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal ini akan bisa diwujudkan dengan lebih dahulu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, terutama masyarakat pertanian, sehingga kesinambungan dan ketangguhan petani dalam pembangunan pertanian bukan saja diukur dari kemampuan petani dalam memanage usahanya sendiri, tetapi juga ketangguhan dan kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara rasional dan efisien, berpengetahuan, terampil, cakap dalam membaca peluang pasar dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dunia khususnya perubahan dalam pembangunan pertanian. Di sinilah pentingnya penyuluhan pertanian untuk membangun dan menghasilkan SDM yang berkualitas. Upaya mencapai itu semua diperlukan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang baik, selanjutnya dibutuhkan kelembagaan, ketenagaan yang kompeten, mekanisme dan tata kerja yang jelas termasuk supervisi, monitoring dan evaluasi yang efektif dan pembiayaan yang memadai. UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan SP3K sebagai wujud revitalisasi penyuluhan pertanian, telah mengatur penyelenggaraan penyuluhan yang baik. Untuk implementasi UU SP3K tersebut menghendaki kearifan lokal dari otonomi daerah. Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di desa. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah. BAB V PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan penulis dalam karya tulis ini maka dapat disimpulkan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran pemberi motivasi dan fasilitas dalam upaya menggerakkan usaha petani dengan memberikan penyuluhan kepada petani akan pentingnya berusaha tani dengan memperhatikan kelestarian dari sumber daya alam. Peranan penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penyuluh pertanian dituntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Dengan demikian peran penyuluhan pertanian sangat penting dalam memberikan informasi dan inovasi yang dapat menggerakkan motivasi petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan keluarga petani. Saran Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dalam karya ilmiah ini, penulis memberikan saran kepada penyuluh pertanian untuk meningkatkan peran dan kontribusinya terhadap perkembangan pertanian serta membentuk sistem kelembagaan dan metode penyuluh pertanian yang baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pertanian, 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,Jakarta. Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta. Samsudin S, Manajemen Penyuluhan Pertanian. Bina Cipta. Bandung. Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan PT Refika Aditama. Van Den Ban, & Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta. Kanisius. Diakses Pada Tanggal 13 November 2013 Diakses Pada Tanggal 13 November 2013 Diakses Pada Tanggal 13 November 2013 Diakses Pada Tanggal 13 November 2013 Diakses Pada Tanggal 13 November 2013 Pada Tanggal 26 November 2013 Diakses Pada Tanggal 26 November 2013

kumpulan karya ilmiah tentang pertanian