kota di indonesia yang sering dijadikan tempat konferensi internasional
Sebagianbesar landmark yang terdapat di Finlandia merupakan bangunan bersejarah yang terdiri dari benteng, gereja, hingga gedung balai kota. Memiliki gaya arsitektur bangunan yang terlihat klasik dan telah berusia ratusan tahun, berikut lima landmark populer di Finlandia. 1. The Fortress of Suomenlinna.
2 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Sesuai namanya, JIExpo memang diperuntukan untuk pengadaan expo atau bazar. Event konferensi dan seminar biasanya menggunakan hall yang tersedia di dalam gedung. JIExpo memiliki 5 balai dengan kapasitas 5.000 hingga 12.000 tempat duduk yaitu Hall A, B, C, D, dan E.
Ajangkonferensi internasional merupakan event yang digandrungi sejumlah mahasiwa karena lewat event ini pengalaman dalam bidang yang sesuai dengan kalian akan bertambah. Berikut ini beberapa tipsnya!
Surabaya Surabaya merupakan Ibu Kota provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.Surabaya menjadi kota perdagangan yang berkembang pesat dan termasuk salah satu penopang perekonomian Indonesia. Kota ini juga salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Tanah Air bersama Jakarta, Medan, dan Makassar.
KotaSolo berhasil mengalahkan kota - kota besar lainnya di Indonesia. Hal itu dapat mendukung kota Solo sebagai kota internasional dan mengangkat martabat kota Solo dibandingkan kota - kota lainnya. Sehingga dapat menggugah pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik terutama kepada warga masyarakat Surakarta dan warga asing yang ingin berkunjung ke Kota Solo. 2. Kota Solo sebagai Kota Konferensi Internasional a.
. Jakarta Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai berbagai kota wisata yang menawan. Destinasi pariwisata di Tanah air seakan tidak pernah habis. Wilayah yang begitu luas didukung dengan banyaknya kota yang tumbuh, membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan wisata yang beragam. 28 Tempat Wisata di Batam yang Lagi Hits dan Wajib Dikunjungi, Pantainya Memesona Kota Wisata Cibubur dan 10 Destinasi Liburan dengan Keluarga yang Instagramable 16 Wisata Surabaya Kota yang Wajib Dikunjungi, Tawarkan Liburan Menyenangkan Indonesia adalah negara yang terdiri atas pulau yang sekitar pulau masih belum berpenghuni, tak heran jika Indonesia bisa disebut sebagai negara berjuta wisata. Masing-masing kota di Indonesia memiliki keunikan serta keunggulan wisatanya sendiri, mulai dari wisata belanja, kuliner, taman hiburan, landmark, hingga pesona alamnya yang menakjubkan. Bahkan, saat long weekend atau liburan, kota wisata di Indonesia tersebut selalu menjadi tujuan utama dan tempat favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan baik turis lokal maupun mancanegara. Berikut ini beberapa kota wisata Indonesia yang paling populer di mata dunia dari Sabang sampai Merauke, yang telah dirangkum oleh dari berbagai sumber, Senin 30/8/2021.Bali dan YogyakartaTugu Yogyakarta / Yanuar1. Ubud, Bali Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang pertama adalah Bali. Bali memang punya pesona tersendiri. Salah satu kota terindah Indonesia yang berada di Pulau Dewata adalah Ubud. Ubud merupakan kota dengan nuansa pedesaan yang masih sangat kental dan pemandangan sawah yang indah. Ubud juga hadir sebagai sentra budaya dan seni di Bali. Kamu bisa menemukan karya-karya milik seniman kontemporer di Ubud dan menikmati berbagai festival eksotis, serta menikmati olahraga yoga yang menenangkan. Selain itu, Ubud menjadi kawasan pelestarian Hindu yang penuh warna dan jauh dari kebisingan serta pesta, seperti Kuta. 2. Yogyakarta Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Yogyakarta. Kental dengan suasana keraton dan nuansa Jawa, Yogyakarta jadi kota wisata yang mesti kamu datangi saat menyambangi Pulau Jawa. Menghadirkan berbagai pilihan wisata menarik, kamu bisa memulai liburanmu dari pantai hingga candi. Sebagai kota dengan situs budaya dan sejarah yang menawan, Yogyakarta menawarkan kuliner yang nikmat, seni jalanan, penduduk yang ramah, serta hasil kerajinan tangan. Letaknya yang dekat dengan Magelang juga memungkinkan kamu untuk berkunjung ke Candi Borobudur yang ikonik. Jangan lupa juga, masih ada peninggalan Hindu terbesar di kota ini yang patut kamu kunjungi, yaitu Candi dan ManadoIlustrasi wisata bandung. Image by Bin_Suyardi from Pixabay3. Bandung Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Bandung. Ibu kota Jawa Barat yang kerap disapa sebagai Paris van Java itu merupakan tempat terbaik bagi kamu yang senang dengan mode dan fashion. Cuacanya yang sejuk berpadu dengan ramainya gerai fashion di tengah kota dan tempat wisata yang menarik menjadikan Bandung sebagai kota wisata yang tidak boleh dilewatkan. Wajar saja, penduduk Jabodetabek pada umumnya akan menghabiskan akhir pekan mereka di Bandung. Menyandang predikat Creative City UNESCO sejak tahun 2015 lalu, Bandung menjadi 'rumah' bagi wirausaha kreatif. 4. Manado Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Manado. Terkenal karena situs diving-nya yang mendunia yaitu Bunaken, Manado menjadi salah satu kota wisata terindah di Indonesia. Pernah dijadikan sebagai kota benteng oleh Belanda pada masa kolonial, kota yang berbatasan dengan Filipina itu menjadi rumah bagi tradisi dan budaya penduduk bersuku Minahasa. Sayangnya, sebagian besar bangunan tua Manado runtuh akibat pemberontakan pada tahun 50-an. Walau begitu, Manado masih punya keindahan yang tersisa di pantainya, Danau Tondano, dan pasar eksotis anti-mainstreamnya di Tomohon. Karena penduduk Manado mayoritas adalah Nasrani, jangan heran apabila kamu menemukan menu-menu, seperti babi atau anjing di rumah makan dan SoloImage by Kevin Zhang from unsplash5. Malang Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Malang. Kota Batu dulunya adalah perbukitan yang sering dijadikan tujuan wisata pengunjung Belanda pada masa kolonial. Kota wisata berhawa sejuk yang dipenuhi perkebunan apel dan pembibitan bunga anggrek tersebut semakin sering dikunjungi wisatawan beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan karena munculnya berbagai tempat wisata baru yang menarik, seperti Museum Angkut, Eco Green Park, Jawa Timur Park dan Batu Night Sspectacular. Batu juga semakin dikenal keindahannya karena dijadikan sebagai lokasi kompetisi paralayang untuk tingkat nasional dan internasional. 6. Solo 'Rumah' bagi Keraton Surakarta yang lebih akrab disapa dengan nama Solo secara umum memiliki banyak kesamaan dengan Yogyakarta. Hanya saja, Solo punya ukuran yang lebih kecil. Menjadi tempat tinggal bagi Kerajaan Mangkunegaraan dan Kasunanan, Solo masih mempertahankan karakteristik lokal dan adat istiadatnya. Salah satu hasil budaya yang terkenal dari Solo adalah Batik. Sentra batik di Solo menjadi salah satu penggerak wisata dan ekonomi Solo. Tutur kata penduduk Solo bahkan terkesan lebih lembut dibandingkan kota berpenduduk mayoritas Jawa dan BatamWisata Batam. Sumber iStockphoto7. Bogor Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Bogor. Berlokasi di dekat Jakarta, Bogor menjadi kota wisata sekaligus destinasi 'getaway' termudah bagi penduduk ibu kota. Berbagai kegiatan menarik bisa kamu lakukan di kota wisata berhawa sejuk ini. Mulai dari berkunjung taman safari, berjalan-jalan di kebun raya, hingga eksplorasi kuliner. Di Bogor, kamu juga bisa menikmati pengalaman baru yang dekat dengan alam, seperti memetik buah beri, berkunjung ke kebun teh, dan melakukan olahraga paralayang. 8. Batam Kota Batam yang kecil namun strategis ini berada di jalur pelayaran dekat Singapura dan Malaysia, sehingga wilayahnya terkenal sebagai kawasan industri. Selain dikenal juga sebagai surganya wisata belanja, Kota Batam juga memiliki tempat wisata alam, hiburan, edukasi, sampai kuliner yang membuat Anda betah ketika mengunjunginya. Sampai di Kota Batam jangan lupa untuk melintasi Jembatan Barelang yang diprakarsai oleh Habibie sebagai landmark kota ini. Tak jauh dari Jembatan Barelang ada tempat bekas rumah pengungsian warga Vietnam atau Ex-Camp Vietnam, sambil berwisata sejarah. Sempatkan juga berswafoto di Bukit Clara Batam Center untuk mengambil latar tulisan 'Welcome to Batam' yang mirip seperti 'Hollywood' di dan MakassarWisata Padang sumber Padang Kota Padang di Sumatera Barat termasuk destinasi wisata terkenal yang sering dikunjungi turis lokal hingga mancanegara. Selain disebut-sebut sebagai surganya wisata kuliner, di Kota Padang terdapat banyak wisata alam yang perlu Anda tahu. Kurang afdol rasanya bila ke Padang tidak mampir ke Jembatan dan Taman Siti Nurbaya yang kisahnya melegenda. Mau berwisata edukasi, silakan datang ke Museum Adityawarman yang menyimpan aneka koleksi bersejarah budaya Minangkabau. Sementara untuk wisata alam, di Kota Padang memiliki sejumlah pantai-pantai indah. Di antaranya Pantai Padang, Caroline, Nirwana, Air Terjun Lubuak Tampuruang dan banyak lagi. 10. Makassar Makassar atau dikenal juga dengan julukan Ujung Pandang merupakan kota wisata ke-8 dari 10 yang menjadi destinasi terbaik di Indonesia untuk liburan. Faktanya, meski tak se-terkenal kota besar lainnya, Makassar punya segudang keunikan dan keindahannya tersendiri saat kamu menjelajahinya secara keseluruhan. Destinasi wisata yang beragam bisa kamu temukan mulai dari tempat wisata berskala lokal, hingga tempat wisata dengan cita rasa internasional. Tak hanya itu, Makassar juga diketahui memiliki tata letak yang strategis sehingga kota ini tak pernah sepi pengunjung saat momen liburan tiba, loh. Seperti salah satu destinasi wisata alam Makassar yang menjadi favorit wisatawan, Pulau Gusung. Kamu bisa menikmati keindahan pemandangan lautan biru, ditemani dengan putihnya pasir dan LombokPaket Wisata Lombok. Sumber iStockphoto11. Balikpapan Kota terbesar di Kalimantan ini menjadi salah satu kota terbaik, ternyaman, dan terbersih di sektor wisata. Terbukti saat Balikpapan memboyong kurang lebih 18 penghargaan Adipura karena lingkungan dan kebersihannya yang tetap terjaga. Pernah menyandang sebagai The World’s Most Lovable City pada tahun 2015 yang memiliki arti bahwa Balikpapan adalah kota yang layak huni dan paling nyaman. Tak hanya penghargaan yang beragam, Balikpapan juga memiliki berbagai pilihan wisata alam yang menawan mulai dari pantai eksotis, wisata kuliner pinggir sungai yang romantis, hingga wisata penangkaran buaya. 12. Lombok Kota Lombok atau yang lebih dikenal dengan Pulau Lombok terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menawarkan panorama laut yang sangat luar biasa. berikut adalah beberapa destinasi yang harus kamu kunjungi jika ke Lombok yaitu Sendang Gile Waterfall adalah wisata alam air terjun yang dikelilingi hutan lebat yang hijau. Dan pantai Nambung adalah objek wisata lombok yang wajib Anda kunjungi, bagaimana tidak, di pantai ini sekaligus ada air terjun mini dari bebatuan atas. Serta, Gili Kondo adalah pantai nan bersih yang membuat siapapun mata yang melihatnya langsung terpukau akan jernih air Ampat dan Kabupaten EndePulau-pulau di Raja Ampat via Raja Ampat Siapa tak kenal Raja Ampat, Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten di Papua Barat yang saat ini sudah sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal dan asing. Keindahan panorama yang luar biasa bak di film-film beserta resort yang nyaman membuatnya menjadi destinasi andalan. 14. Ende Kota wisata di Indonesia yang paling populer yang selanjutnya adalah Ende. Kota ini berada di Provinsi Nusa tenggara Timur dan berada di Pulau Flores. Mungkin kebanyakan orang mengenalnya hanya bila disebutkan Pulau Flores saja, padahal kota ini menyimpan wisata alam yang juga tidak kalah menakjubkan seperti Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu beserta Taman Nasional Kelimutu yang warna danaunya sangat berbeda pada danau umumnya.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Blog Wisata Kamis, 10 November 2016 - 0858 WIB Kota Palembang dengan Rotterdam, Belanda. – Sister city, begitulah sebutan kerjasama yang dilakukan oleh kota-kota di Indonesia yang memiliki bentuk penataan mirip dengan kota-kota yang ada di negara yang ada pada kedua kota the sister city tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti halnya kota tersebut memang bekas jajahan negara lain atau memang kedua kota tersebut terlibat kerja sama dalam pembangunan kota, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Kota-kota apa sajakah itu? Yuk, kita simak pembahasannya. Kota Palembang dengan Rotterdam. Sekarang saatnya kita membahas salah satu kota yang ada di Sumatra Selatan ini. Kota Palembang dengan Kota Rotterdam dianggap sebagai kota yang mirip. Bahkan, hampir seluruh wilayah Kota Palembang juga memiliki beberapa sister city dengan negara lain, seperti Barcelona, Sapporo, Busan, Vancouver, dan Jembatan Amperanya yang mirip dengan Jembatan San Francisco. Berbagai Risiko Ancam Dunia, Sri Mulyani Tegaskan Ekonomi RI Tumbuh Kuat Sri Mulyani menekankan bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh dengan optimis, namun ada tapinya. 15 Juni 2023 Kami kirim berita paling update di pagi dan sore hari langsung ke telegram Kamu! Pssst ada quiz dan giveaway juga Topik Terkait Kota Di Indonesia Indonesia Luar Negeri Jangan Lewatkan Terpopuler Selengkapnya VIVA Networks Komisaris Suzuki Indonesia, Soebronto Laras mengatakan, masih menunggu kebijakan pemerintah, dan dana segar dari konglomerat yang bersiap bikin pabrik kendaraan listrik. Modifikasi Aerox itu mengusung tema Camel Yamaha Moto GP Team, yang merupakan livery ikonik yang dikenakan pada motor YZR-M1 milik pembalap legendaris Valentino Rossi. Selengkapnya Isu Terkini
18 Juni 2016 WIB • 1 menit Kota-kota terbaik dan terindah di dunia, memang umumnya berkonsep waterfront city, yakni kota-kota yang berada di tepi pantai, atau tepi danau dengan pemandangan yang menarik, ditambah dengan pemandangan laut lepas atau danau yang membentang luas. Dan kota pun terlihat begitu anggun dilihat dari tengah laut atau danau. Singapura, New York, Melbourne, Chicago, Sydney, dan lain-lain adalah beberapa contoh waterfront city terbaik di dunia. Di Indonesia, tanpa kita sadari, terdapat beberapa kota yang berkonsep waterfront city. Jika dikembangkan dan diperindah, kota-kota ini juga menyimpan keindangan yang luar biasa. Berikut beberapa kota pesisir terbaik di Indonesia dilansir MalukuKota di Pulau Maluku ini merupakan kota yang sejuk dan indah. Walaupun kota ini menghadap laut, namun kota ini tetap lagi dengan pantai-pantainya yang indah, seperti Pantai Natsepa, Pantai Liang dan Pantai Santai yang membuat pariwisata Waterfront City ini hidup. Maluku juga memiliki Pelabuhan Yos Sudarso yang merupakan salah satu pintu pelabuhan di timur PapuaKota lainnya di bagian timur Indonesia yang mengusung konsep Waterfront City adalah Jayapura di Papua. Ibukota Papua ini memang dikenal memiliki potensi keindahan laut yang memesona. Keindahan itu juga dapat terlihat dari beberapa pantai yang ada seperti Bosnik dan sepanjang pantai Kota Jayapura, pemerintah daerah juga membangun mal, hotel dan pusat Kepulauan RiauDaerah otorita Batam yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau memegang peranan penting dalam pembangunan kota berkonsep Waterfront City di yang merupakan wilayah segituga emas ASEAN “Indonesia, Malaysia, Singapura” merupakan pintu utama bagi pasar bebas ASEAN. Wajar jika Pemerintah Daerah sangat memperhatikan kota berbasis pelabuhan Jawa TimurWalaupun tidak semua pusat perdagangan di Kota Surabaya berada di sepanjang pantai kota, namun dapat dipastikan bahwa Kota Pahlawan ini sebagian besar wilayahnya berada di daerah pesisir Pantai Utara Jawa Pantura.Surabaya, terutama di bagian barat, juga menerapkan konsep Waterfront City untuk kotanya. Wilayah Pantai Kenjeran dan Ria bahkan direncanakan dibangun dengan konsep wilayah berita, artikel, dan konten yang lain di Google News Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.
Jakarta - Indonesia kaya dengan destinasi wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam, kuliner, belanja hingga hiburan, semuanya menarik untuk dijelajahiTak heran, jika Indonesia kerap didatangi turis asing yang hendak berlibur. Mengutip CNN Indonesia, berikut 7 kota di Indonesia yang sering dikunjungi turis asing. 1. JakartaIbu kota DKI Jakarta memang cukup populer dengan pariwisata unggulan yang menarik. Tentunya, tak hanya bagi wisatawan domestik, namun juga wisatawan data BPS Badan Pusat Statistik, untuk periode 2018-2020, total kunjungan ke objek wisata unggulan di Jakarta cukup tinggi. Pada 2018-2019 tercatat sekitar 32 juta lebih. Namun di periode 2020 mengalami penurunan drastis yaitu 4,7 juta karena situasi wisata unggulan di Jakarta di antaranya Monas, Pelabuhan Sunda Kelapa, Taman Mini Indonesia Indah TMII, Ancol, Museum Nasional, Ragunan dan banyak lagi. Dunia Fantasi Ancol Foto Elmy Tasya/detikcom2. BandungKota wisata di Indonesia yang terkenal berikutnya adalah Bandung atau biasa dijuluki Paris Van Java. Lokasinya terletak di Provinsi Jawa kota Bandung yang sejuk dan memiliki beragam tempat wisata ini tidak heran membuat siapa saja ingin berkunjung. Mulai dari destinasi pariwisata alam, edukasi, hiburan, kuliner, belanja, semua bisa dengan mudah ditemui di tempat wisata terkenal yang paling banyak dikunjungi di Bandung meliputi Tangkuban Perahu, De'Ranch, Dago, Bosscha, Lembang, hingga Trans Studio Bandung. Menurut data BPS Jawa Barat total kunjungan wisatawan periode 2019 ke Kota Bandung mencapai 2,4 juta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kota Bandung mencatat bahwa selama pandemi ini wilayahnya mengalami penurunan pengunjung hingga 50 wisata berkuda Foto Van Alvin/d'Traveler3. PadangKota Padang di Sumatera Barat termasuk destinasi wisata terkenal yang sering dikunjungi turis lokal hingga mancanegara. Selain disebut-sebut sebagai surganya wisata kuliner, di Kota Padang terdapat banyak wisata alam yang perlu traveler afdol rasanya bila ke Padang tidak mampir ke Jembatan dan Taman Siti Nurbaya yang kisahnya melegenda. Lalu, Traveler yang mau berwisata edukasi bisa datang ke Museum Adityawarman yang menyimpan aneka koleksi bersejarah budaya untuk wisata alam, di Kota Padang memiliki sejumlah pantai-pantai indah. Di antaranya Pantai Padang, Caroline, Nirwana, Air Terjun Lubuak Tampuruang dan banyak di Padang Foto gedeleo/d'TravelerSelanjutnya, Bali, Yogyakarta, Batam Simak Video "Masukan Eks Dubes Selandia Baru soal Do's and Dont's Bagi Wisman" [GambasVideo 20detik]
Mengikuti konferensi internasional bisa jadi merupakan sebuah pengalaman yang berkesan. Selain karena kita dapat membangun jejaring di sektor akademik, hasil dari konferensi juga dapat menjadi portofolio bagi kita. Kali ini, Arnaldi Nasrum, seorang alumnus dari University of Groningen akan membagikan tips seputar mengikuti konferensi internasional berdasarkan pengalamannya di Madrid dan Seoul. “After careful consideration, we are pleased to inform you that your application for the 6th Korea University Graduate Student Conference KUGSC has been accepted.” Ini adalah kutipan dari surel yang saya terima dari Korea University di awal tahun 2018. Abstrak karya tulis yang saya kirimkan beberapa minggu sebelumnya telah diterima. Undangan pun dikirimkan beserta dokumen pendukung lainnya untuk pengurusan visa. Saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam konferensi tahunan Pusat Studi Sejarah Korea University dengan tema “Membangun Perspektif Studi Asia dan Sejarah Korea.” Berpose bersama peserta 6th Korea University Graduate Student Conference Di tahun yang sama, saya juga mengikuti International Conference on ASEAN Studies ICOAS yang diselenggarakan di Madrid oleh Universidad Autonoma de Madrid bersama Persatuan Pelajar Indonesia di Spanyol. Setiap tahunnya, ada begitu banyak konferensi internasional yang diadakan oleh berbagai institusi. Isunya pun beragam dan meliputi hampir seluruh bidang keilmuan. Peserta konferensi juga tidak terbatas hanya dari kalangan mahasiswa dan para akademisi yang mewakili institusi pendidikan saja, tetapi para profesional yang menekuni bidang terkait dengan tema konferensi juga dapat turut serta. Konferensi internasional memang menarik diikuti untuk mendapatkan perspektif baru dalam bidang keilmuan yang digeluti dan memperluas jaringan komunitas profesional. Yang tak kalah menarik adalah kesempatan untuk mendapatkan publikasi karya ilmiah yang akan menunjang karir ke depannya. Selain itu, para pakar sering kali menjadi pembicara kunci atau bahkan mengambil peran sebagai panelis dalam konferensi yang diselenggarakan. Di masa pandemi ini, kegiatan konferensi internasional terus berjalan meski pelaksanaannya mengalami penyesuaian. Konferensi kini dilakukan secara daring. Meski begitu, sejumlah negara tengah bersiap-siap untuk kembali melaksanakan konferensi secara tatap muka langsung dengan protokol kesehatan yang berlaku. Baik luring maupun daring, apa saja tahapan yang harus diperhatikan ketika hendak mengikuti konferensi internasional? Memilih Tema yang Sesuai Salah satu alasan saya mengikuti KUGSC dan ICOAS adalah kesesuaian temanya dengan bidang keilmuan yang saya tekuni yakni East Asian Studies. Tema konferensi akan menentukan sejauh mana kita dapat berkontribusi dalam konferensi tersebut. Reviewer atau pengulas akan melihat masalah apa yang ingin diselesaikan dan sejauh mana karya tulis yang kita buat sesuai untuk konferensi tersebut dan dapat menjadi alternatif baru untuk penelitian di masa depan. Dengan banyaknya pilihan konferensi yang ada, penting untuk memilih konferensi dengan tema yang spesifik. Mempresentasikan hasil penelitian di International Conference on ASEAN Studies Tentukan Event yang Tepat Salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai konferensi internasional adalah dengan mendaftar ke laman pencari konferensi dan secara berkala mereka akan mengirimkan informasi soal konferensi pada surel yang didaftarkan. Berbeda dengan hal tersebut, saya mendapatkan informasi konferensi dari Halaman Facebook Panitia penyelenggara Korea University Korean History Graduate Student Conference. Sementara informasi ICOAS saya dapatkan dari laman resmi konferensinya. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan lembaga penyelanggara konferensi berasal dari institusi yang kredibel dan memiliki reputasi internasional. Jika ragu dan agar menghindari penipuan, maka penting untuk mengecek laman resmi dan institusi yang berafiliasi dengan lembaga penyelenggara tersebut. Pengumpulan Abstrak Abstrak adalah ringkasan dari paper yang dibuat. Isinya padat dan lugas. Jumlahnya berkisar 150-250 kata. Selanjutnya, abstrak inilah yang nantinya akan dinilai oleh reviewer. Hasilnya, abstrak kita bisa ditolak, diterima dengan syarat, atau diterima tanpa ada perubahan. Jika diterima dengan syarat, maka kita perlu melakukan revisi sesuai dengan yang disarankan oleh tim reviewer. Abstrak yang saya tulis merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan karya tulis. Letter of Acceptence Setelah abstrak kita dinyatakan diterima, maka pihak penyelenggara akan mengirimkan Letter of Acceptence LoA yang berisi pernyataan resmi dan sekaligus undangan untuk menghadiri konferensi tersebut. Di dalamnya akan tercantum nama dan judul paper yang kita tulis. LoA inilah yang kemudian saya gunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan visa dan juga pengajuan bantuan pendanaan. LoA ini biasanya dikirimkan bersama paket informasi yang terdiri dari panduan penulisan full paper, agenda acara konferensi, mekanisme presentasi, hingga persoalan akomodasi. Jangan Lewatkan Full Paper Setelah mengantongi LoA, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan full paper. Umumnya, pihak penyelenggara meminta mengumpulkan paper tersebut dua minggu hingga sebulan sebelum konferensi diselenggarakan. Tidak mengumpulkan full paper ini dapat membatalkan status kepesertaan kita sebagai presenter. Saya sendiri memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan full paper sejak dikirimkan LoA. Full paper umumnya ditulis dengan kisaran kata. Dalam pembuatan paper, ide adalah bagian yang terpenting. Jika gagasan yang ditawarkan belum pernah dibahas sebelumnya dan dapat memberikan sudut pandang baru dalam permasalahan yang diangkat, maka paper kita akan mendapatkan review yang baik dan berpotensi mendapat predikat Best Paper dalam konferensi tersebut. Presentasi adalah Kunci Saat pelaksanaan konferensi, kita akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan paper yang telah dibuat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar 10-20 menit. Di akhir, akan ada sesi tanya jawab untuk peserta konferensi dan dilanjutkan dengan review dari tim panelis jika ada. Konferensi yang diadakan Korea University menghadirkan tim panelis yang berasal dari School of Oriental and African Studies SOAS University of London, University of California Davis, University of California Berkeley, dan University of Toronto. Tim panelis yang terdiri dari para pakar ini memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan untuk pengembangan paper selanjutnya. Dalam pelaksanaan presentasi, pihak penyelenggara mewajibkan peserta untuk menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Korea. Menguasai materi paper adalah hal yang wajib dilakukan agar kita dapat menyampaikan ide dan berdiskusi dengan peserta lain dengan baik. Salah satu peserta sedang melakukan presentasi paper-nya Publikasi Artikel Pihak penyelenggara konferensi umumnya akan membuat proceeding atau buku kumpulan paper yang telah ditulis oleh peserta konferensi tersebut. Ketika proceeding ini dibuat, pihak penyelenggara biasanya tidak akan meminta peserta untuk memperbaiki tulisannya. Begitupun dengan KUGSC dan ICOAS, panitia telah membukukan seluruh karya tulis yang diterima ke dalam proceeding sehingga memudahkan untuk melihat karya tulis peserta lainnya. Kumpulan paper dari para peserta 6th Annual Korea University Graduate Student Conference Lain halnya jika peserta menginginkan hasil karya kitadipublikasikan ke dalam jurnal terindeks yang dikeluarkan oleh institusi pihak penyelenggara meskipun tidak semuanya menyediakan. Prosesnya bisa memakan waktu 4 bulan hingga setahun sebab karya tulis tersebut akan melalui beberapa tahapan seperti peer review atau penelaahan sejawat oleh para akademisi dan proses revisi. Dukungan Pendanaan Salah satu pertimbangan saat mengikuti konferensi adalah pendanaan. Perlu memikirkan biaya apa saja yang akan dikeluarkan dimulai dari pengurusan visa, biaya transportasi hingga akomodasi di tempat pelaksanaan konferensi tersebut. Di sejumlah konferensi, peserta juga diwajibkan untuk membayar biaya pendaftaran. Namun, KUGSC termasuk konferensi tahunan yang membebaskan biaya tersebut. KUGSC bahkan menyediakan akomodasi hotel secara cuma-cuma kepada peserta selama pelaksanaan konferensi. Beda halnya dengan KUGSC, ICOAS mensyaratkan biaya pendaftaran dan tidak menyediakan akomodasi penginapan. Untuk membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, calon peserta dapat mengajukan bantuan dana kepada institusi yang diwakili seperti kampus ataupun tempat bekerja. Waspada Konferensi Predator Dengan banyaknya informasi mengenai penyelenggaraan konferensi internasional yang beredar, kita perlu waspada terhadap konferensi palsu atau yang sering disebut predatory conference. Konferensi semacam ini hanya mengincar keuntungan semata dari pendaftarnya. Salah satu modusnya adalah secara tiba-tiba membatalkan konferensi yang sudah diagendakan dan tidak mengembalikan biaya pendaftaran yang sudah dibayar. Berikut beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan agar terhindar dari konferensi predator. Apakah konferensi ini diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel? Ini bisa terlihat dari laman resmi dan event yang pernah dilaksanakan. Apakah topik konferensi cukup fokus dan relevan dengan bidang riset? Apakah informasi yang tertera di laman menggunakan bahasa yang benar dan tidak banyak kesalahan penulisan? Apakah ada laporan mengenai konferensi sebelumnya? Apakah memiliki kontak yang jelas dan dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi yang lengkap? Apakah media komunikasinya beragam? Apakah konferensi ditulis pada media yag dapat dipercaya? Apakah konferensi ini memiliki pembicara utama atau tim panelis? Manfaat Mengikuti Konferensi Mengikuti konferensi akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan komunitas akademisi dan mendapatkan sudut pandang baru dari isu-isu yang didiskusikan selama konferensi berlangsung. Selain itu, para peserta juga sering kali saling memberi undangan untuk kegiatan konferensi selanjutnya yang diadakan oleh institusi yang mereka wakili. Lebih dari itu, konferensi internasional juga akan memberikan kesempatan untuk mempelajari budaya lokal tempat penyelenggara konferensi. Salah satu agenda yang menarik dari KUGSC dan ICOAS adalah kegiatan makan bersama yang disertai dengan pengenalan budaya setempat melalui penganan khasnya. Konferensi internasional juga akan meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri saat bersama orang-orang yang berasal dari negara atau daerah yang berbeda. Salah satu agenda KUGSC adalah melakukan city tour untuk melihat tempat-tempat bersejarah seperti Istana Changdeok yang berada di pusat kota Seoul Plaza de Oriente adalah salah satu spot yang ramai dikunjungi oleh peserta ICOAS setelah konferensi selesai dilaksanakan. Nah dengan banyaknya kesempatan untuk ikut dalam konferensi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? *All photos are provided by the author
kota di indonesia yang sering dijadikan tempat konferensi internasional